ASURANSI SYARIAH

04/18/2011

PEMBAHASAN
1. Pengertian asuransi konvensional dan asuransi syari’ah
a) Pengertian asuransi konvensional
Asuransi adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Belanda yaitu assurantie (asuransi) dan varzekering yang artinya pertanggungan, atau dari bahasa Inggris yaitu assuransce/insuranse.
Pengertian asuransi dlama undang-undang RI No.2 tahun 1992 tentang usaha perasuransian Bab I pasal 1, “ Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih dengan mana pihak penanggung mengikat diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggunng yang timbul dari suatu pristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan”.
Menurut Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) pasal 246 adalah “ suatu perjanjian ( timbal balik ), dengan mana seseorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengn menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya, karena suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa tak tentu”.
b) Pengertian asuransi syari’ah
Dalam bahasa Arab kata asuransi disebut dengan at-ta’min yang asal katanya dari kata amana yang mempunyai arati perlindungan, ketenangan, rasa aman, dan bebas dari rasa takut, sedangkan penanggung berasal dari kata mu’amin dan tertanggung disebut mu’amman lahu atau musta’min.
Sedangkan pengertian asuransi dalam Ensiklopedi hukum islam adalah “ transaksi perjanjian antara dua pihak, pihak yang satu berkewajiban membayar iuran dan pihak yang lain berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran jika terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama sesuai dengan perjanjian yang dibuat “.
2. Landasan hukum asuransi konvensional dan asuransi syari’ah
a. Landasan hukum asuransi konvensional
Landasan hukum asuransi konvensional yang diatur di negara Indonesia berdasarkan :
• Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) pasal 246
• Undang-Undang Republik Indonesia No. 2 tahun 1992 Bab 1 pasal 1 tentang usaha perasuransian
• Peraturan pemerintah No. 63 tahun 1999 yang telah diubah dari peraturan pemerintah No. 73 Tahun 1992 tentang penyelenggaraan usaha perasuransian
• Keputusan menteri keuangan RI No. 421/KMK.06/2003, tentang penilaian kemampuan dan kepatutan bagi direksi dan komisaris perusahaan dan perasuransian
• Keputusan menteri keuangan No. 422/KMK. 06/2003, tentang penyelenggaraan usaha perusaan asuransi dan perusahaan reasuransi
• Keputusan menteri keuangan No. 423/KMK. 06/2003, tentang pemeriksaan perusahaan perasuransian
• Keputusan menteri keuangan No. 424/KMK. 06/2003, tentang kesehatan keuangan perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi
• Keputusan menteri keuangan No. 425/KMK. 06/2003, tentang perizinan dan penyelenggaraan kegiatan usaha perusahaan penunjang usaha asurasi
• Keputusan menteri keuangan No. 426/KMK. 06/2003, tentang perizinan uasha dan kelembagaan perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi
a. Landasan hukum asuransi syari’ah
Konsep dalam asuransi syari’ah berdasarkan dalam konsep takaful, dimana takaful berlandaskan rasa tanggung jawab dan persaudaraan. Dalam ilmu tashrif atau sharaf takaful termasuk kedalam bina muta’adi yaitu tafaa’aala yang mempunyai arti saling menenggung atau saling menjamin.
Landasan asuransi syari’ah yang bersumber dari sunnah :
• “ Kedudukan hubungan persaudaraan dan perasaan orang-orang yang beriman antra satu dengan yang lainnya sepeerti satu tubuh, apabila salah satu anggota tubuhny sakit maka seluruh anggota tubuh lainnya ikut merasakannya”. ( HR. Bukhori dan muslim )
• “ Sesungguhnya seseorang yang beriman itu ialah barang siapa yang memberi keselamatan dan perlindungan harta dan jiwa manusia”. ( HR. Ibnu Majah )
• “ setiap orang dari kamu adalah pemikul tanggung jawab, dan setiap kamu bertanggung jawab atas oragng-orang yang berada dibawah tanggung jawabnya”. ( Bukhori dan Muslim )
Landasan hukum positif asuransi Syari’ah :
• Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Nomor : 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syari’ah. Dalam fatwa ini disebutkan beberapa prinsip umum tentang asuransi Syari’ah disamping akad dalam asuransi Syari’ah.
• Secara umum, peraturan landasan hukum asuransi Syari’ah pada dasarnya sama dengan yang berlaku pada asuransi konvensional karena hal-hal yang berkenaan dengan administrasi dan sistem laporannya.
3. Prinsip-prinsip asuransi syari’ah
Prinsip-prinsip umum mu’amalat yang melandasi asuransi syari’ah
a. Tauhid (Ketaqwaan)
Allah selalu menyuruh umutnya dalam bermu’amalat yang akan menumbuhkan ketakwaan kepada Allah, karena ketika seorang muslim bermuamalat bahwa apa yang dikerjakannya merupakanibadah kepada Allah, yang akan menambah ketakwaankepada-Nya.
b. Al-‘Adl (Sikap Adil)
Salah satu pilar penyangga kebebasan ekonomi adalah dengan keadilan, sikap adil sangat dibutuhkan dalam bisnis syari’ah karena implementasi keadilan sangat berat diterapkan. Sikap adil dibutuhkan saat pembagian nisbah bagi hasil mudhorobah, musyarakah, wakalah, wadi’ah dan lainnya. Dalam asuransi sikap adil diterapkan dalam pembagian surplus underwriting, dan bagi hasil investasi antara perusahaan dan peserta. Dan keadilan juga harus dilakukan dalam pemenuhan hak pekerja dalam pembayaran upah.

c. Adz-Dzulm (Kedzaliman)
Kedzaliman adalah kebalikan dari keadilan, Allah sangat mengecam keras perbuatan ini bila diterapkan dalam bisnis. Oleh karena itu sebisa mungkin para pelaku bisnis menghindarinya jangan sampai menimbulkan kerugian bagi orang lain.
d. At-Ta’awun (Tolong-Menolong)
Ta’awun menjadi pilar selanjutnya dalam mu’amalat karena ta’awun dapat membangun fondasi yang kokoh dalam sistem ekonomi. Dan ta’awun menjadi konsep utama dari takaful atau asuransi islam. Islam mengharamkanriba karenaingin menghidupkan sikap ta’awun.
e. Al-Amanah (Terpercaya/Jujur)
Nilai paling penting dalam transaksi bisnis adalah sikap kejujuran. Prinsip amanah juga harus diimbangi dengan sikap profesionalisme karena ini berpengaruh dalam penepatan seseorang sesuai dengan keahlian dan kemampuannya.
f. Ridho (Suka sama suka)
Dalam transaksi mu’amalat perlu adanya suka sama suka karena tanpa keridhoan antara keduanya maka seluruh akad menjadi batal. Jadi ridhomenjadi syarat sahnya suatu transaksi mu’amalat.
g. Riswah (Sogok/Suap)
Dalam tatanan kehidupan perekonomian sangat berat dalam implementasikanny dilihat dari kultur budaya korupsi yang sangatkental di Indonesia karena riswan akanmerusaktatanan profesionalisme dalam bisnis.
h. Maslahah (Kemaslahatan)
Islam memberikan kemudahan kepada umtnya karena bila dalam keadaan darurat segala hal yang diharamkan menjadi bolehasalkan sesuai dengan ketentuandan melebihi batas.
i. Khitman (Pelayanan)
Dalam menjalankan bisnis ekonoi kita harus memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan karena pelayanan yang baik mencerminkan perilaku luhur warisan nabi.

j. Tathfif (Kecurangan)
Kecurangan biasa sering terjadi dalm transaksi bisnis misalkan saja dalam pengurangan timbangan, menentukan rate,menetapkan klaim asuransi, menaksir suatu barang,hendakanay bisnis dilakukan dengan adil, jujur dan transparan agar dapat diridhoi oleh Allah.
k. Gharar, Maysir, Riba
Ketiga sifat ini adalah hal yang paling dihindari dalam proses transaksi syari’ah
4. Macam-macam asuransi syari’ah
Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 1992 tentang usaha perasuransian, bahwasanya asuransi dibedakan kedalam dua jenis, yaitu asuransi jiwa (life insurance) dan asuransi umum (general asuransi) yang dikenal dengan sebutan asuransi kerugian (property insurance).
Didalam asuransi syari’ahpun terdapat dua jenis asuransi, sama seperti jenis asuransi yang terdapat dalam asuransi konvensional, yaitu asuransi syari’ah umum atau disebut juga dengan asuransi syari’ah kerugian yang biasa disebut dengan sebutan ta’min al-dharar dan asuransi syari’ah jiwa atau disebut juga dengan asuransi keluarga yang biasa disebut dengan ta’min al-syakhash. Asuransi syari’ah umum ialah suatu bentuk asuransi syari’ah yang memberikan perlindungan untuk perorangan, perusahaan, yayasan, lembaga atau badan hukum lainnya dalam menghadapi suatu kerugian disebabkan karena bencana seperti kebakaran, kehilangan dan lain sebagainya serta kecelakaan yang menimpa harta benda atau barang-barang yang dimilik peserta asuransi. Sedangkan, yang dimaksud dengan asuransi jiwa atau asuransi keluarga ialah suatu bentuk asuransi syari’ah yang memberikan suatu perlindungan kepada peserta asuransi syari’ah dalam menghadapi musibah, seperti kematian atau kecelakaan.
Dari pengertian kedua bentuk asuransi di atas dapat disimpulkan bahwasannya yang diasuransikan dalam asuransi syari’ah umum atau kerugian adalah harta yang dimiliki oleh peserta asuransi dan bentuk asuransi inipun tidak hanya ditawarkan untuk perorangan saja tetapi juga untuk badan hukum, sedangkan yang diasuransikan dalam asuransi syari’ah jiwa atau keluarga adalah diri atau jiwa peserta asuransi dan bentuk asuransi ini hanya ditawarkan atau ditujukan untuk perorangan saja.
Kedua bentuk atau jenis asuransi diatas dalam prakteknya di Indonesia dibuat menjadi dua perusahaan yang terpisah, yaitu PT. Asuransi Takaful Keluarga (Asuransi Jiwa) dan PT. Asuransi Takaful Umum (Asuransi Kerugian). Kedua perusahaan perasuransian tersebut berada di bawah naungan PT. Syarikat Takaful Indonesia sebagai holding company dari kedua perusahaan tersebut. Pembentukan kedua anak perusahaan di bawah PT. Syarikat Takaful itu dikarenakan untuk mengikuti Undang-Undanng Nomor 2 Tahun 1992 tentang usaha perasuransian, dimana harus didirikan dan dioperasikan secara terpisah antara perusahaan asuransi umum atau kerugian dengan perusahaan asuransi jiwa atau keluarga sesuai dengan aturan-aturan umum kedua jenis atau bentuk asuransi syari’ah tersebut.
Bentuk asuransi syari’ah umum (kerugian) dilakukan menurut aturan-aturannya sebagai berikut :
a) Peserta dapat terdiri dari perorangan, perusahaan, yayasan atau badan hukum lainnya
b) Perjanjian kerjasama antara perusahaan dan peserta asuransi syari’ah berdasarkan dengan prinisip mudharabah
c) Besarnya premi yang dibayarkan tergantung dari jenis asuransi apa yang dipilih, dan setoran premi dibayarkan pada waktu awal kontrk dibuat. Jangka waktu pertanggungan satu tahun, dan apabila diperpanjang untuk tahun berikkutnya harus diperbaharui
d) Seluruh premi asuransi dikumpulkan menjadi satu kumpulan dana yang kemudian diinvestasikan kedalam pembiayaan-pembiayaan atau proyek-proyek lain yang sejalan dan dibenarkan syari’ah
e) Keuntungan dari hasil investasi akan dikereditkan dalam kumpulan dana peserta
f) Apabila terjadi musibah atas harta benda peserta yang diasuransikan, maka perusahaan membayarkan ganti rugi atau santunan yang di ambil dari kumpulan dana peserta asuransi syari’ah umum
g) Biaya-biaya yang diperlukan oleh perusahaan diambil dari kumpulan dana peserta.
Bentuk asuransi syari’ah jiwa (keluarga) dilakukan menurut aturan-aturan sebagai berikut :
a) Peserta asuransi bebas memilih salah satu dari jenis atau produk asuransi jiwa/keluarga yang ada, umur peserta 18-50 tahun dan masa klaim berakhir sebelum mencapai umur 60 tahun
b) Perjanjian kerjasama antara perusahaan dan peserta asuransi syari’ah berdasarkan dengan prinisip mudharabah, dan dinyatakan hak dan kewajiban antara kedua belah pihak
c) Besarnya penyerhan premi sesuai dengan kemampuan peserta asuransi, tetapi tidak boleh kurang dari jumlah premi minimal yang telah ditetapkan oleh perusahaan
d) Setiap premi yang dibayarkan dibagi kedalam dua rekening, yaitu rekening peserta dan rekening derma (Tabarru’ atau charity account), prosentasenya berdasarkan dan ditentukan dengan kelomppok umur dari peserta dan jangka waktu pertanggung
e) Seluruh premi asuransi dikumpulkan menjadi satu kumpulan dana yang kemudian diinvestasikan kedalam pembiayaan-pembiayaan atau proyek-proyek lain yang sejalan dan dibenarkan syari’ah
f) Keuntungan dari hasil investasi akan dibagi dengan peserta sesuai dengan perjanjian mudharabah yang telah disepakati di awal
g) Keuntungan bagian peserta akan dikreditkan ke dalam rekening peserta dan rekening derma secara proporsional
5. Produk-produk dalam asuransi syari’ah
Produk-produk asuransi syari’ah umum :
 Asuransi kendaraan bermotor
 Asuransi kebakaran
 Asuransi kecelakaan diri
 Asuransi penyimpanan uang
 Asuransi lainnya, seperti asuransi pemilik dan penghuni rumah, asuransi kehilangan keuntungan akibat kerusakan mesin an lain sebagainya

Produk-produk asuransi syari’ah jiwa atau keluarga :
 Asuransi dana investasi
 Asuransi dana siswa
 Asuransi dana haji
 Asuransi kesehatan
 Asuransi wisata dan umrah
 Asuransi perjalanan haji
 Asuransi kecelakaan diri
6. Underwriting, polis, premi
Underwriting dalam asuransi syari’ah adalah proses seleksi untuk menetapkan jenis penawaran risiko yang harus diterima bila diakseptasi, rate, syarat, dan kondisinya harus dapat ditentukan. Underwriting menjalankan proses penyelesaian dan mengelompokan berbagai risiko yang diperhitugkan akan menghasilkan laba.
Underwriting dalam pengertian asuransi jiwa adalah proses penaksiran mortalitas dan morbiditas calon tertangguang untuk menetapkan apakah akan menerima atau menolak calon peserta dan menetapkan klasifikasi peserta. Mortalitas adalah jumlah kejadian meninggal relatif diantara sekelompok orang tertentu, sedangkan morbiditas adalah jumlah kejadian relatif sakit atau penyakit diantara sekelompok orang tertentu.
Tiga konsep penting dalam underwriting, yaitu
• Kemungkinan menderita kerugian (chance of loss) probabititas berdasarkan kejadian dimasa lalu.
• Tingkat risiko (degree of risk), yaitu ketidakpastian atau kerugian dimasa datang yang sulit diramalkan.
• Hukum bilangan besar (law of large number),yakni makin banyak objek yang hampir sama, semakin baik bagi perusahaan.

Tugas underwriting
Tugasnya antara lain mengatur pengguanaan dana seefektif dan seefisien mungkin untuk menghasilkan laba yang maksimal, peran lainnya yaitu
• Mempertimbangkan risiko yang diajukan
• Memutuskan untuk menerima atau menolak risiko yang diajukan
• Menentukan syarat dan beberapa ketentuan serta lingkup ganti rugi
• Mengenakan biaya upah pada dana kontribusi peserta
• Mempertahankan, meningkatakan, dan mengamankan margin profit

Sasaran underwriting perusahaan adalah menyetujui dan menerbitkan polis, yang :
• Adil bagi nasabah
• Dapat dijual oleh agen
• Menguntungkan bagi perusahaan
Selain tugas tersebut tugas lain dari underwriting adalah melindungi perusahaan terhadap seleksi kerugian. Agar dapat diterima calon pembeli, polis harus memenuhi tiga syarat berikut :
• Polis harus menyediakan benefit yang memenuhi kebutuhan pembeli
• Premi yang ditetepkan oleh polis harus dalam batas kemampuan keuangan pembeli
• Premi yang dibebankan untuk asuransi harus bersaing dengan pasar
Dua hal yang perlu diwaspadai oleh underwriting adalah
• Karakteristik risiko fisik harus di- underwrite berdasarkan pedoan dan prosedur akseptasi
• Moral hazard,yaitu sifat manusia yang umumnya tidak stabil dan sulit dideteksi
Underwriting menolak suatu risiko karena merasa hazard yang berhubungan dengan risiko terlalu tinggi sehingga tarif juga akan terlalu tinggi
Jenis-jenis risiko yang mepengaruhi underwriting
Sebelum menetapkan suatu kondisi underwriting terhadap calon tertanggung, underwriter harus mempertimbangkannya dari segi pengaruh risiko dan jenis polis yang diinginkan calon tertanggung. Jenis-jenis risiko yang mempengaruhi penetapan underwriting sebagai berikut.
• Increasing risk (risiko menarik) ada beberapa penyakit tertentu misal besarnya risiko akan bertambah berat sesuai kenaikan umur calon tertangguang
• Risiko yang dialami terlalu tinggi pada tahun-tahun pertama polis. Makin lama berjalan risiko semkin menurun
• Constant eksta risk (risiko ekstra yang menetap). Pada jenis ini risiko tabahan berada pada tingkat yang tetep selama masa pertanggungan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi mortalitas :
• Usia
• Bentuk ukuran tubuh
• Riwayat hidup
• Kondisi fisik
• Pekerjaan
• Keadaan ekonomi
• Tempat tinggal kebiasaan
Underwriting syari’ah
Prinsip underwriting dalam asuransi syari’ah dan konvensional sebebenarnya sama. Namun dalam asuransi syari’ah untuk menyeleksi risiko secara implisit tergabung dua elemen penting yaitu seleksi dan pengklasifikasian. Seleksi adalah proses perusahaan dalam mengevaluasi permintaan asuransi oleh calon peserta untuk menentukan batas risiko yang dimiliki calon. Pengklasifikasian adalah proses penetapan individu kedalam kelompok individu yang sekiranya mempunyai kemungkinan kerugian sama. Namun, penekanan utama underwriting adalah harus bersifat wasathon yang penekanan pada rasa keadilan bagi nasabah dan perusahaan.
Premi
Premi merupakan pembayaran sejumlah uang yang dilakuakn pihak tertanggung kepada pihak penanggung untuk mengganti suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan akibat timbulnya perjanjian atas pemindahan risiko dari tertangguang kepada penanggung (transfer of risk)
Besarnya premi ditentukan oleh hasil seleksi risiko yang dilakuakan underwriter setelah perusahaan melakukan seleksi risiko atas permintaan calon tertanggung. Dengan demikian calon tertangguang akanmembayar premi sesuai dengan tingkat risiko atas kondisi masing-masing
Sumber perhitungan premi didasarkan atas produk
• Produk pension dilihat dari table anuitas
• Risiko meninggal dilihat dari table mortalitas
• Kesehatan dilihat dari table morbiditas
• General insurance dilihat dari tebel statistik
Penentuan tarif premi yang ideal adalah tariff yang bias menutupi klaim serta berbagai biaya asuansi dan sebagainay dari jumlah peneriaan perusahaan (keuntungan)
Klaim
Klaim adalah pengajuan hak yang dilakuakan oleh tertanggung kepada penanggung untuk mendapatkan haknya berupa pertanggung atas kerugian berdasarkan perjanjian akad yang telah dibuat, dengan kata lain klaim adalah proses pengajuan oleh peserta untuk mendapatkan uang pertanggungan setelah tertangung melaksanakan seluruh kewajiban kepada penanggung.
Klaim pada asuransi syari’ah
Pembayaran kalim pada asuransi syari’ah dari dana tabbaru’ semua peserta. Perusahaan sebagai mudhorib wajib menyelesaikan proses klaim secara cepat, tepat dan efisien sesuai dengan amanah yang diterimanya.

Jenis-jenis kerugian dapat digolongkan menjadi tiga :
• Kerugian seluruhnya
• Kerugian sebagian
• Kerugian pihak ketiga

Prosedur pengajuan klaim
• Pemberitahuan klaim
• Bukti klaim kerugian
• Penyelidikan
• Penyelesaian klaim

7. Problematika dalam asuransi syari’ah
Dalam asuransi syari’ah masih terdapat problem atau kelemahan yang dapat ditemukan, antara lain :
 Kelemahan dalam bidang birokrasi
Kelemahan dalam bidang birokrasi ini sering kali muncul ketika akan mendirikan lembaga keuangan syari’ah, dikarenakan lembaga keuangan syari’ah seperti asuransi syari’ah bagi beberapa birokrasi masih asing bagi mereka dan disebabkan pula karena belum pahamnya dan belum terbiasanya mengurus lembaga keuangan syari’ah, dikarenakan itulah maka dampaknya akan menyebabkan kelambanan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan birokrasi yang harus ditempuh.
 Kelemahan dalam sumber daya manusianya
Asuransi syari’ah merupakan perusahaan yang masih sangat muda yang berkembang di Indonesia dan merupakan hal yang masih terbilang baru bagi masyarakat Indonesia, dikarenakan ketidaksiapan masyarakat Indonesia khususnya umat Islam untuk mengembangkanya, maka asuransi syariah terasa lamban dalam perkembangannya. Banyak dari sumber daya manusia yang memahami tentang perasuransian tetapi tidak memahami akan hukum Islam, dan adapula yang memahami hukum Islam tetapi tidak memahami tentang perasuransian, faktor-faktor itulah yang menyebabkan perusahaan asuransi syari’ah kesulitan dalam merekrut tenaga kerja secara edukatif.
 Lemahnya respon dari masyarakat Indonesia dan kurangnya sosialisasi asuransi syari’ah itu sendiri
Karena masyarakat kurang mengenal asuransi syari’ah baik dalam prinsip operasional dan produk yang ditawarkan, maupun dalam hal menejeman dan prosedur asuransi, oleh karena itu masyaakat masih merasa kesulitan ketika akan berhubungan dengan asuransi syari’ah yang menyebabkan perkembangan asuransi syari’ah terasa lamban. Selain itu dua factor yang menghambat perkembangan asuransi syari’ah yakni belum tingginya kesadaran masyarakat mengenai perlunya asuransi dan kurang memahaminya sistem ekonomi Islam itu sendiri. Kurangnya instrument pendukung yaitu sarana dan prasarana untuk mengoperasionalkan perusahaan asuransi masih kurang.
8. Akad-akad dalam asuransi syari’ah
Dalam asuransi syari’ah akad yang dipergunakan adalah akad tabarru’ dan akad tijarah, yang dimaksud dengan akad tijarah diantaranya mudharabah, musyarakah, wadi’ah, wakalah, dan lain sebagainya. Dan sedikit penjelasan sebagai berikut :
a) Aplikasi dari akad mudharabah
Akad mudharabah diaplikasikan dalam asuransi syari’ah adalam dua keadaan, yaitu dalam penyerahan premi oleh peserta asuransi kepada perusahaan asuransi dan dalam investasi dari perusahaan asuransi kepada investor.
Dalam keadaan pertama, peserta asuransi sebagai pihak shahibul mal dan perusahaan asuransi bertindak sebagai ‘amil, dikarenakan peserta asuransi sebagai shahibul mal maka ia berhak untuk mendapatkan bagian dari keuntungan yang diperoleh perusahaan asuransi.
Keuntungan yang diterima peserta asuransi terjadi pada saat pembayaran klaim oleh perusahaan asuransi, berupa tabungan peserta asuransi, porsi bagi hasil dan tabunan tabarru’. Porsi bagi hasil ini sebenarnya realisasi dari akad mudharabah dan dalam akad mudharabah ini juga terdapat konsekuensi dimana bisa saja premi yang disetorkan oleh peserta asuransi berkurang jumlahnya, hal ini terjadi apabila perusahaan asuransi mengalami kerugian dalam menginvestasikan dananya.

b) Aplikasi dari akad musyarakah
Aplikasi musyarakah terjadi pada saat asuransi syari’ah melakukan investasi dana yang dikumpulkan oleh peserta asuransi dalam bentuk premi. Akad ini dilakukan antara perusahaan asuransi syari’ah dengan investor, modal dalam musyarakah berasal dari kedua pihak. Berbeda dengan mudharabah dimana modal sepenuhnya berasal dari perusahaan asuransi sebagai shahibul mal. Apabila investor mendapatkan keuntungan, maka keuntungan tersebut akan dibagikan kepada pihak-pihak yang berserikat sesuai dengan sahamnya masing-masing.
c) Aplikasi dari akad wadi’ah
Akad wadi’ah diaplikasikan dalam asuransi syari’ah pada saat peserta asuransi menyerahkan premi kepada perusahaan asuransi. Akad yang digunakan pada saat penyerahan premi ini adalah akad tabungan, dimana peserta menitipkan harta (uang) miliknya kepada perusahaan asuransi.
9. Perbedaan antara asuransi konvensional dan asuransi syari’ah
TYPE ASURANSI KONVENSIONALA ASURANSI SYARI’AH
Visi dan misi Visi: mencapai keuntungan yang maksimal
Misi: untuk mencapai surplus underwriting dan profit yang semakin meninngkat Visi: mencapai kesejahteraan dan kebahagian dunia dan akhirat.
Misi: bermuamalatlah sesuai dengan prinsip syari’ah, tolong-menolong sesama peserta, memberikan keuntungan kepada para pihak secara adil.
Konsep Perjanjian antara dua pihak atau lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima pergantian kepada tertanggung Sekumpulan orang yang saling bantu-membantu, saling menjamin dan bekerja sama antara satu dengan lainnya dengan cara masing-masing mengeluarkan tabarru’.
Akad Akad jual beli, tabaduli Akad tabarru’ dan akad tijarah (mudharabah,wakalah, syirkah, dll)
Dewan Pengawas Syari’ah Tidak ada, sehingga dalam prakteknya bertentangan dengan kaidah-kaidah syari’ah Ada. Berfungsi untuk melakukan pengawasan terhadap kesesuaian syari’ah
Jaminan/Risk Transfer of risk dimana terjadi transfer resiko dari tertanggung kepada penanggung Sharing of risk, dimana terjadi proses saling menanggungantara satu peserta dengan peserta lainnya
Unsur premi Sumber biaya klam adalah dari rekening perusahaan, sebagai konsekuensi penanggung terhadap tertanggung. Murni bisnis dan tidak ada nuansa spiritual. Unsur premi: Mortalita, biaya dan bunga. Iuran atau kontribusi terdiri dari unsure tabarru’ (tidak mengandung riba). Tabarru’ juga menghitung dari table mortalita tetapi tanpa perhitungan bunga.
Unsur premi: mortalita, biaya dan bagi hasil atau fee (sesuai akad)

Sistem akuntansi Menganut konsep akuntansi accrual basis, proses akuntansi yang mengakui terjadinya peristiwa atau keadaan non kas. Dan mengakui pendapatan asset, expense, liabilities dalam jumlah tertentu yang baru akan diterima dalam waktu akan datang Pada prinsipnya menganut akuntansi cash 0062asis, namun metode accrual basis dapat digunakan pada aspek biaya dan hal lain yang dipandang sangat diperlukan.
Pembayaran kliam Dari rekening dana perusahaan Dari rekening tabarru’ (dana kebajikan) seluruh peserta sejak awal sudah diikhlaskan oleh peserta untuk keperluan tolong-menolong bila terjadi musibah.

Iklan

cinta tanah air dan bangsa

03/14/2010

CINTA TANAH AIR DAN BANGSA
Bisa dikatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dilahirkan oleh generasi yang mempunyai idealisme cinta tanah air & bangsa, kalau tidak, mungkin saat ini kita bangsa Indoneia masih dijajah oleh Belanda yang luas negaranya dibandingkan pulau Bali saja masih luasan pulau Bali. Kita harus sangat terimakasih kepada para tokoh yang mencentuskan pembentukan organisasi Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, para pencetus Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, dan para tokoh yang memungkinkan terjadinya proklamasi 17 Agustus 1945. Saya sangat yakin mereka adalah contoh paling pas untuk dijadikan tokoh-tokoh nasionalis tulen yang cintanya pada tanah air dan bangsa melebihi cintanya pada diri sendiri yang kita harus hormati sepanjang masa.

Bagaimana dengan saat ini, masih adakah diantara kita yang mencintai tanah air dan bangsa melebihi cintanya pada diri sendiri? Atau pertanyaan ini pertanyaan yang cukup bodoh untuk diajukan? Siapa yang masih perlu mecintai tanah air dan bangsa Indonesia? Yang penting asal kita bisa hidup cukup sandang, pangan dan papan sudah cukup, kalau ada kelebihan sedikit untuk bisa jalan-jalan ke mall, makan enak di café, atau pergi karaokean kan sudah cukup, untuk apa mikirin cinta tanah air dan bangsa! Bahkan kalau mungkin bisa punya rumah yang megah, mobil mewah, dan menyekolahkan anak keluar negeri, setiap tahun bisa liburan kemana kita mau pergi kan sudah lebih dari cukup! Tapi masih ada juga dari bangsa kita yang bergulat dengan kemiskinan untuk makan saja susah dan tinggal di rumah yang lebih mirip kandang dari pada disebut rumah, dan jumlahnya juga tidak sedikit bisa mencapai 50 juta jiwa bangsa Indonesia, apakah masih ada perlunya mencintai tanah air dan bangsa?.

Apakah masih relevan kita mencintai tanah air dan bangsa pada zaman globalisasi ini? Bukankah tanah air dan bangsa ini sudah nggak jelas batas-batasnya dengan adanya era globalisasi? Ada internet yang menghubungakan setiap orang untuk bisa berhubungan satu sama lain setiap saat keseluruh dunia. Belum lagi adanya Hand Phone atau kalau diluar negeri lebih dikenal dengan nama Mobile Phone, yang juga kita bisa berhubungan dengan siapapun ke hampir seluruh pelosok dunia. Kalau secara fisik mau bertemu ada yang namanya penerbangan murah yang siap menerbangkan kita kemana saja dengan harga yang murah (bagi yang terjangkau). Kenapa kita mau membatasi hanya tanah air dan bangsa Indonesia saja.

Kita juga bisa bertanya apakah bangsa Amerika, bangsa Jepang, bangsa China, bangsa Singapore (walupun kecil mereka marah kalau tidak disebut Singaporean), bangsa Malaysia, bangsa Korea masing-masing tidak lagi mencintai tanah air dan bangsa mereka sendiri-sendiri toh secara bersama-sama telah menjadi warga dunia. Saya tidak tahu jawabnya, kalau ketemu mereka kita bisa bertanya apakah mereka masih bangga menjadi bangsa mereka sendiri sebagai suatu indikasi bahwa mereka mencintai tanah air dan bangsanya atau lebih bangga menjadi warga dunia? Kita juga bisa bertanya pada diri kita sendiri kita lebih bangga menjadi bangsa Indonesia atau lebih bangga menjadi warga dunia atau mungkin lebih bangga jadi bangsa lain?

Belajar dari bangsa Korea

Saya berkesempatan mengunjungi Seoul, ibukota negara Korea Selatan, dua kali pada tahun 1982 dan 1987.Ada yang konsisten yang tetap dilakukan oleh oleh mereka dalam periode dua kali kunjungan tersebut, yang mungkin masih dilakukan mereka sampai saat ini, yaitu penghormatan mereka terhadap lagu dan bendera kebangsaan mereka. Setiap hari dua kali, pagi hari menaikkan bendera dan sore hari menurunkan bendera, setiap kegiatan (kecuali kendaraan yang melaju dijalan) berhenti dan setiap orang berdiri untuk menghormati penaikan bendera dan penurunan bendera. Walaupun mereka sedang jalan, mereka berhenti, walaupun mereka sedang makan, mereka berhenti dan berdiri, walaupun sedang sekolah, sedang meeting, mereka berhenti dan berdiri. Ini jelas refleksi penghormatan pada lagu kebangsaan dan bendera kebangsaan sebagai simbolisasi kecintaan bangsa Korea pada tanah air dan bangsanya.

Pada waktu dulu saya belum tahu, saya kira bangsa Korea adalah termasuk bangsa Cina. Karena orangnya dan tulisannya mirip etnik Cina atau Jepang Pada waktu saya ke Korea, saya tanya pada mereka bukannya mereka dulunya bagian dari Cina atau Jepang, ternyata mereka marah besar, bangsa Korea adalah bangsa Korea bukan bangsa Cina dan bukan bangsa Jepang. Saya baru tahu belakangan bahwa sejarah Korea mempunyai komplikasi konflik sepanjang sejarah dengan bangsa Cina dan Jepang secara bergantian. Kita jadi juga mengerti betapa negara dan bangsa Korea yang secara geografis adalah semenanjung diantara dua bangsa besar dikiri dan kanannya yaitu Cina dan Jepang mencoba untuk eksis sebagai bangsa. Justru mulai timbul kekaguman saya pada bangsa Korea yang akhir-akhir ini telah memanfaatkan media yang sangat berpengaruh yaitu TV untuk berbicara kepada dunia siapa sebetulnya bangsa Korea.

Ternyata melalui media TV dengan membuat film seri bertema sejarah yang dibuat dengan biaya yang luar biasa besar dengan kwalitas suara dan gambar HDTV (High Difinition TV), dengan aktor dan aktris yang hebat yang membuat kita yang menonton dibuat kagum dengan bangsa Korea dan memaksa kita mempelajari sejarah bangsa Korea. Bahkan generasi muda Korea juga dibuat tergugah dengan film seri ini ini ter-refleksi pada forum internet seperti “www.soompi.com” yang membahas dan mengikuti perkembangan dan membahas dengan atusias film seri TV tersebut.

Film seri yang saya maksud adalah film seri TV berjudul Jumong yang berdurasi putar 60 menit setiap episode dengan total tayang 82 episode. Film seri TV ini juga sudah diputar di Taiwan, Filipina, Thailand, Singapore, Malaysia, USA, Kanada, dan Eropa. Sungguh mengherankan kenapa TV di Indonesia tidak tetarik menayangkannya? Kalau kita punya broadband, sebetulnya bisa menikmati TV seri ini secara langsung lewat TV internet, sayangnya internet broadband masih sangat mahal di Indonesia, atau bisa juga menikmati sampai sekarang dengan VOD (Video On Demand). Jadi melalui TV Korea yang menyiarkan levat TV Internet, dinegara manapun kalau ada sambungan internet broadband bisa juga langsung menikmatinya. Untungnya di Jakarta ada DVD bajakan yang dijual bebas di mall-mall, jadi dengan biaya relatif murah dan kwalitas yang cukup bagus bisa menikmasi film seri ini dari awal sampai akhir, sambil mengikuti diskusi di forum website “www.soompi.com”.

Melalui film ini, saya baru tahu bahwa pada abad menjelang Masehi, Korea adalah kerajaan besar dengan nama Goguryeo yang mengalahkan Dinasti Han dari Cina dan menguasai area seluruh jasirah Korea sampai dengan sebagai besar Manchuria saat ini. Film seri ini memceritakan perjuangan Jumong pendiri negara Goguryeo, membentuk Dinasti yang berumur sampai 600 tahun yang akhirnya dikalahkan oleh Dinasti Tang dari China yang mendapat bantuan dari negara kecil di Korea bagian selatan, Silla.

Mungkin motivasi produsennya adalah sepenuhnya komersial, dan secara komersial memang fim seri Jumong sangat unggul dibandingkan dengan flim seri serupa buatan China, Hongkong, atau Taiwan. Tapi kenapa bisa menimbulkan gelombang kebanggaan pada masyarakat Korea, pasti ada unsur idealis semacam propaganda yang seolah-olah Korea ingin mengatakan pada dunia, ini adalah Korea yang sebenarnya yang telah pernah mengalami masa kejayaannya, tidak kalah besar dengan bangsa Cina atau Jepang. Saya melihatnya justru bangsa Korea ingin menunjukan identitas nasional mereka, kecintaan mereka sebagai bangsa Korea, yang memang saat ini sudah sangat maju dari sisi tehnologi, dan mencoba membangkitkan kembali dengan memanfaatkan tehnologi yang ada kebanggaan mereka sebagai bangsa Korea yang kuat dan besar. Menurut saya melalui film TV seri ini cukup berhasil. Ada selentingan bahwa film TV seri ini dilarang diputar di Cina, karena ada komplikasi versi sejarah Cina berkenaan dengan area kekuasaan Goguryeo yang saat ini merupakan bagian dari Cina.

Film TV seri Jumong ini berhasil mencapai rating berkisar antara 40% s/d 60% tergantung eposidenya, yang suatu rekor di masyarakat Korea itu sendiri untuk film seri bertemakan sejarah. Kemudian film TV seri ini secara overlap diikuti dengan film seri Dae Joyoung yang total episodenya mencampai 134 dengan tayang 60 menit setiap episode. Film seri ini menceritakan kejatuhan kerajaan Goguryeo pada abad ke 6, dibawah kepemimpinan Jendral Yeon Gaesomun berhasil berkali-kali mengalahkan serangan Dinasti Tang yang dipimpin langsung oleh kaisarnya, Kaisar Li Shi Min, dan baru bisa dikalahkan setelah Li Shi Min meningal digantikan oleh anaknya dengan bantuan negara kecil Korea bagian Selatan, Silla. Kemudian salah satu panglima perangnya Dae Joyoung melanjutkan Dinasti Goguryeo dengan mendirikan kerajaan Balhae di area Manchuria saat ini. Walaupun tidak sehebat TV Seri Jumong, Dae Joyoung juga cukup mendapatkan perhatian di masyarakat Korea. Ternyata melalui media film TV seri, Korea bisa membangkitkan cinta tanah air dan bangsa.

Sejarah sebagai inspirasi cinta tanah air dan bangsa

Pada hakekatnya cinta tanah air dan bangsa adalah kebanggaan menjadi salah satu bagian dari tanah air dan bangsanya yang berujung ingin berbuat sesuatu yang mengharumkan nama tanah air dan bangsa. Pada keadaan yang amburadul saat ini apa yang bisa dibanggakan dari negara dan bangsa Indonesia? Generasi “founding fathers” pada masa penjajahan berhasil membangkitkan rasa cinta tanah air dan bangsa yang pada akhirnya berhasil memerdekakan bangsa Indonesia. Kalau saja rasa cinta tanah air dan bangsa sekali lagi bisa menjadi faktor yang memotivasi bangsa Indonesia, ada kemungkinan bangsa Indonesia akan bisa bangkit kembali dengan masyarakatnya bisa menghasilkan karya-karya yang membanggakan kita sebagai bangsa.

Bangsa Korea yang selalu memotivasi dirinya dengan menghormati bendera dan lagu kebangsaannya, selalu memotivasi bangsanya untuk mencintai tanah air dan bangsanya. Walaupun dengan prestasi yang produk elektonik dan automotif-nya yang mampu ikut meramaikan pasaran dunia, Koreapun masih menggali inspirasi sejarah untuk diceritakan pada dunia bahwa bangsa Korea adalah bangsa yang besar dan hebat.

Bung Karno dulu juga sering menceritakan kebesaran kerajaan Majapahit untuk memotivasi bangsa Indonesia bahwa kita dulu adalah negara yang besar, dengan kekuatan armada lautnya bisa menguasai seluruh Nusantara, termasuk Singapore, Malaysia, Madagaskar, bahkan juga selatan Taiwan. Bahkan menurut sejarah dulu Singapore itu namanya Temasek, dan yang memberi nama ini adalah patih Gajahmada, oleh Raffles entah kenapa diganti jadi Singapore.

Kadang-kadang saya membayangkan kalau kisah kejayaan Gajahmada/Majapahit dibuat film TV seri dengan kwalitas seperti film TV Seri Korea, pasti bisa menumbuhkan kembali, kecintaan kita pada tanah air dan bangsa Indonesia. Pernah pada suatu saat ada bisnis meeting yang dihadiri oleh delegasi seluruh Asia Tenggara, pada waktu makan malam saya cerita pada mereka bahwa dulu di Indonesia pada abad ke 13 pernah ada kerajaan Majapahit yang menguasai Singapore, Malaysia, bahkan sampai ke Madagastar dan selatan Taiwan, mereka memandang bengong ke saya, seolah-olah saya orang yang baru mimpi atau orang gila barangkali dan mereka tidak ada yang percaya. Pasti mereka punya versi sejarah masing-masing yang berbeda dengan versi kita atau mungkin tidak pernah diceritakan perihal kerajaan Majapahit abad ke 13 ini. Oleh karena itu Korea perlu menceritakan sejarah versinya (yang sudah pasti beda dengan versi Cina dan versi Jepang) kepada dunia melalui media yang mendunia, tentang kebesaran bangsa Korea masa lalu.

Sungguh disayangkan, kwalitas film TV seri kita tidak bisa membuat saya tergerak untuk menonton satupun, kalau sekelibat lihat di TV, tehniknya sangat primitif, akting aktor dan aktrisnya amburadul, apa bisa membuat pemirsa seluruh dunia mau menonton? Kalau ada insan film dan produsen kaya nasionalis yang membaca artikel ini, anggap saja ini satu tantangan untuk membuat film TV seri Gajahmada / Majapahit dengan kwalitas seperti film TV seri Korea, Jumong atau Dae Joyoung yang bisa diputar mendunia (kalau diputar mendunia pasti menguntungkan juga akhirnya).

Walaupun bagaimana, Indonesia ini adalah tanah air dan bangsa kita sendiri yang kita wajib untuk mencintainya dengan segala kekurangannya. Sungguh sayang apabila warisan NKRI yang sudah diwariskan kepada kita dengan banyak pengorbanan darah dan airmata dari para “founding fathers” ini tidak kita cintai untuk dijadikan Negara dan Bangsa yang maju dengan masyarakatnya yang adil, makmur dan sejahtera seperti halnya negara-negara maju lainya seperti USA, Jepang, Singapore, dll Semoga pada suatu saat ada pemimpin setaraf Bung Karno dalam hal membangkitkan kecintaan kita pada tanah air dan bangsa, sehingga seluruh komponen bangsa dengan sungguh-sungguh mau bekerja demi kejayaan Indonesia (bukan dengan sukaria merampok Indonesia, atau membantu para perampok yang hidup mewah di Singapore/Hongkong). Sehingga harapan dari WS Rendra seperti yang dikatakan pada pengukuhannya mendapat gelar Doctor HC, jaman Kalabendu (jaman malapetaka) saat ini segera akan digantikan dengan jaman Kalasuba (jaman sukaria) tidak usah menunggu kedatangan Ratu Adil. (Note: Sekaligus dengan ini saya mengucapkan selamat pada beliau atas gelar Doctor HC – nya).

perkembangan sistem informasi manajemen pada pajak

01/22/2010

SISTEM INFORMASI  MANAJEMEN PAJAK

Sistem informasi pada dasarnya merupakan serangkaian prosedur untuk memproses data menjadi informasi dan mendistribusikannya kepada para pemakai (Indrajit, 2001; Hall, 2001; Alter, 1992). Lebih lanjut Hall (2001) dan McLeod dan Schell (2001) menglasifikasikan sistem informasi menjadi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dan Sistem Informasi Manajemen (SIM). Sedangkan McLeod dan Schell (2001) menggunakan istilah sistem informasi berbasis komputer (computerbased information system/CBIS. CBIS terdiri dari subsistem pendukung itu yakni: sistem informasi akuntansi (SIA), sistem informasi manajemen (SIM), sistem pendukung keputuan (decision support sistem/DSS), kantor virtual (atau otomasi kantor) dan sistem berbasis pengetahuan (knowlegde-based system/expert system). Switser dan Waters (2004) mengemukakan bahwa suatu bahwa aktifitas yang dominan ( lebih dari 70%) dalam bagian perpajakan (tax department) di suatu perusahaan adalah pengumpulan dan rekonsiliasi data sehingga hanya menyisakan kurang dari 30% aktifitas untuk menganalisa dan mengambil keputusan berdasarkan data yang sudah dikumpulkan dan direkonsiliasikan tersebut. Seharusnya perusahaan membalik keadaan tersebut sehingga mayoritas waktu staf perpajakan digunakan untuk aktifitas analisa dan pengambilan keputusan atau menciptakan suatu tax value center. Gunadi (2003) mengemukakan hubungan antara bahwa Wajib Pajak harus mempersiapkan dua kepentingan pelaporan keuangan yang berbeda, yakni laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal. Selanjutnya dijelaskan bahwa laporan keuangan fiskal disusun berdasarkan proses rekonsiliasi dengan menggunakan dasar standar akuntansi keuangan dan ketentuan perpajakan. Tjahjono dan Husein (2000) mendefinisikan rekonsiliasi fiskal sebagai proses untuk mengubah laporan keuangan komersial menjadi laporan keuangan fiskal tanpa harus melalui proses akuntansi tersendiri. Proses rekonsiliasi fiskal merupakan akibat dari adanya perbedaan standar di bidang pelaporan keuangan komersial dengan perpajakan. Perbedaan standar ini mempunyai pengaruh yang sangat signifikan pada pajak fungsi perpajakan dan/atau keuangan perusahaan. Akibat lebih jauh dari kondisi ini, menurut hemat penulis adalah penting suatu perusahaan mengembangkan sistem informasi yang dapat mengintegrasikan berbagai kepentingan tersebut dengan efektif dan efisien. Berkaitan dengan hal ini maka KPMG mengajukan suatu kerangka kerja (framework) untuk manajemen pajak yang mencakup : (1) tax data sensitisation atas transaksi yang terjadi untuk menangkap data perpajakan langsung pada sumbernya. (2) membangun fungsionalitas pajak ke dalam ERP ataupun sistem informasi akuntansi perusahaan (3) mengotomasikan proses dengan cara : (a) menghubungkan sistem akuntansi dengan perangkat lunak yang didesain untuk pemenuhan pelaporan perpajakan, (b) rekonsiliasi antara jumlah pajak dengan kode akun (4) mengimplementasikan manajemen pajak secara global yang memungkinkan pelacakan transaksi dan pelaporan perpajakan global. Sementara itu, merujuk Hariyono (1998), agar pelaksanaan perencanaan pajak dapat mencapai manfaat sebagaimana yang diinginkan maka perusahaan perlu (1) sistem organisasi bagian administrasi dan keuangan, dalam hal ini perusahaan yang menjadi obyek penelitian telah menetapkan satu seksi khusus yang bertugas menangani masalah perpajakan (2) sistem administrasi dan akuntansi untuk kelengkapan pemenuhan kewajiban perpajakan. Secara lebih spesifik dan cenderung mengarah pada detil proses, Deloitte (2004) menawarkan suatu kerangka kerja yang disebut dengan Tax/ERP Integration Services (TEIS) yang menyatakan bahwa agar implementasi ERP berlangsung sukses dari perspektif pajak maka diperlukan profesional dengan spesialisasi di bidang pajak yang dapat memahami kebutuhan, persyaratan dan kewajiban spesifik fungsi pajak perusahaan. Kerangka ini menawarkan : (1) penyiapan cetak biru perpajakan untuk kepentingan sistem ERP (2) mengembangkan strategis pengambilan data pada level transaksional (3) mengambil laporan dengan data dan dokumen perpajakan yang tersimpan dalam sistem ERP (4) memperkuat keterkaitan dengan perangkat lunak perancanaan pajak dan penyiapan laporan pajak (5) membantu konversi data dari sistem yang telah ada ke dalam modul-modul ERP (6) memenuhi kebutuhan retensi catatan pajak elektronik (7) meningkatkan pengendalian internal yang terkait dengan aspek pajak. Selanjutnya Langdon (2004) mengutip hasil survei tentang peranan teknologi dalam modernisasi administrasi perpajakan perusahaan yang dilakukan Association for Computers and Taxation (ACT) di Amerika Serikat, mengemukakan bahwa teknologi informasi telah menjadi pemicu (enabler) untuk praktik-praktik perpajakan yang lebih efisien. Lebih jauh, Langdon (2004) mengemukakan perlunya suatu pendekatan terpadu yang disebut dengan automated tax ecosystem, dimana semua dasar teknologi dalam berfungsi secara bersamaan sehingga memungkinkan fungsi pajak menangani semua layanan meliputi perencanaan, kepatuhan, dan manajemen audit. Berdasarkan berbagai uraian tentang sistem informasi dan kaitannya dengan manajemen pajak di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya organisasi perlu memikirkan untuk mengembangkan suatu sistem informasi manajemen pajak sebagai Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2009 (SNATI 2009) ISSN: 1907-5022 Yogyakarta, 20 Juni 2009 B-42 sistem yang otonom. Dalam pandangan penulis, sistem informasi ini bukanlah subordinasi sistem informasi keuangan ataupun sistem informasi akuntansi, karena memang memang tidak sepenuhnya kedua model sistem informasi tersebut mampu menyajikan informasi yang relevan dengan kebutuhan fungsi pajak. Namun, lebih jauh sistem informasi ini harus dapat mengakomodasikan kepentingan manajemen pajak secara luas. Secara luas dalam konteks ini adalah memenuhi baik untuk kebutuhan yang sifatnya pemenuhan kepatuhan (compliance process) beserta dengan pekerjaan klerikal yang menyertainya maupun kebutuhan yang sifat lebih memberikan nilai tambah seperti penyajian profil risiko pajak, sistem peringatan dini akan adanya risiko yang muncul serta manajemen atas tindakan pemeriksaan pajak, penagihan, keberatan dan banding. Berbagai konsep atau hasil penelitian yang telah dieksplorasi dalam tulisan ini (KPMG (2003); Swing adan Waters (2004); Gunadi (2003); Deloitte (2004)), menurut hema penulis, masih dalam tingkatan kriteria tentang bagaimana hubungan sistem informasi akuntansi dengan fungsi perpajakan dalam organisasi. Berbagai hal tersebut belum memperlihatkan adanya keterkaitan antar komponen dalam suatu sistem yang terpadu. Lebih jauh, berbagai konsep tersebut juga belum dapat menjadi panduan baik sebagai referensi dalam penyusunan suatu arsitektur sistem informasi ataupun lebih jauh lagi sebagai panduan dalam analisis sistem dalam kerangka SDLC. Untuk itu, penulis mengajukan suatu model yang diharapkan nantinya dapat diimplementasikan menjadi sistem informasi manajemen pajak yang lebih komprehensif sehingga dapat memenuhi berbagai kebutuhan fungsi perpajakan organisasi. Model yang menurut penulis cukup memadai untuk mengakomodasikan berbagai kebutuhan itu adalah model Financial Information System yang dikemukan oleh McLeod (1995) sebagaimana akan penulis uraikan dalam bagian berikut ini.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

01/22/2010

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

Sistem Informasi telah berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat dan terbukti sangat berperan dalam kegiatan perekonomian dan strategi penyelenggaraan pembangunan. Keberadaan sistem informasi mendukung kinerja peningkatan efisiensi, efektifitas dan produktivitas organisasi pemerintah dan dunia usaha, serta mendorong perwujudan masyarakat yang maju dan sejahtera.

Sistem informasi yang dibutuhkan, dimanfaatkan, dan dikembangkan bagi keperluan pembangunan daerah adalah sistem informasi yang terutama diarahkan untuk menunjang perencanaan pembangunan daerah. Hal ini perlu diingat karena telah terjadi perubahan paradigma menuju desentralisasi di berbagai aspek pembangunan.

Salah satu paradigma baru itu adalah perihal perencanaan pembangunan daerah. Mulai tahun 2001, seiring dengan pemberlakuan UU No. 22/1999 dan UU No. 25/1999, maka perencanaan pembangunan daerah telah diserahkan kepada pemerintah daerah. Dan dengan terbitnya UU No. 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang bertujuan untuk mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan; menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar daerah, antar ruang, antar waktu, antar fungsi pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah; menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan; mengoptimalkan partisipasi masyarakat; dan menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Dengan demikian, kiat desentralisasi adalah peningkatan pelayanan kepada masyarakat, partisipasi dalam perencanaan pembangunan, dan pencapaian akuntabilitas, efektifitas, serta efisiensi.

Salah satu hal yang belum disepakati dalam pengembangan Sistem Informasi dan Manajemen Perencanaan Pembangunan Daerah (Simreda) adalah jenis data perencanaan pembangunan yang akan dihasilkan. Hal tersebut harus segera ditetapkan karena sebenarnya telah banyak dikembangkan sistem informasi yang berbasis data perencanaan pembangunan, yang beroperasi baik di pusat maupun di daerah. Akan tetapi, harus diakui bahwa pada umumnya sistem informasi yang telah dikembangkan itu hanya menyangkut aspek tertentu dalam perencanaan pembangunan. Misalnya, Sistem Informasi Manajemen Departemen Dalam Negeri (Simdagri) dan SIM Daerah (SIMDA), yang penerapan pengelolaannya did aerah dilakukan oleh Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE) di daerah. COntoh lain adalah yang berkaitan dengan aspek ruang, yaitu Sistem Informasi Geografis (SIG), yang dikembangkan melalui proyek berbantuan luar negeri Land Resources Evaluation and Planning (LREP) dan Marine Resources Evaluation and Planning (MREP); atau sistem informasi yang menyangkut aspek lingkungan, seperti Neraca Kependudukan dan Lingkungan Hidup Daerah (NKLD) serta Neraca Sumber Daya Alam dan spasial Daerah (NSASD) di setiap daerah.

Sebagai salah satu sistem informasi, Simreda diharapkan dapat menata berbagai aspek data perencanaan pembangunan itu secara komprehensif. Oleh karena itu, dibuat suatu Panduan sebagai acuan tunggal bagi para perencana pembangunan, baik di pusat maupun daerah untuk :

  1. Memahami jenis-jenis data yang dibutuhkan perencanaan pembangunan serta memahami beberapa perangkat
    analisis yang dapat dimanfaatkan Untuk menyusun rencana pembangunan.
    2. Mengisikan data, sebagai wujud komitmen membangun sistem informasi perencanaan pembangunan yang komprehensif secara nasional.
    3. Memanfaatkannya sebagai masukan (input) kebijakan, baik perencanaan, implementasi, pemantauan, maupun pengendaliannya (controlling).
  2. Panduan ini berisi penjelasan mengenai perencanaan, jenis data untuk perencanaan, dan perangkat analisis untuk perencanaan pembangunan daerah di Indonesia. Data yang dimasukkan ke dalam formulir-formuIir yang tersedia (lihat Lampiran: Tabel Isian) akan dimasukkan ke dalam pangkalan data Simreda agar dapat diakses oleh para pelaku perencanaan pembangunan, baik di daerah maupun pusat.

pengertian dari E-COMMERCE

01/22/2010

Kata pengantar

Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha esa senantiasa selalu memberikan taufiq dan hidayanya kepada kita semua seru sekalian alam baik kesehatan maupun kesempatan dalam memberikan dorongan dan motivasi sehingga terselesainya tugas ini.
Selanjutnya saya selaku mahasiswa jurusan manajemen informatika jenjang diploma tiga diberikan tugas membuat makalah tentang perdagangan elektronik atau e-commere,sebagai tugas dari mata kuliah sistem informasi manajemen.
Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Pada pembahasan makalah ini berkemungkinan jauh dari sasaran dan kesempurnaan yang diharapkan, maka kami selaku penulis mengharapkan saran dan kritiknya agar tulisan makalah selanjutnya akan lebih spesifik dan terstruktur.

PENDAHULUAN

Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.

Perdagangan elektronik

Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.
E-dagang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.

Sejarah perkembangan
Perkembangan teknologi (tele)komunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya perubahan kultur kita sehari-hari. Dalam era yang disebut “information age” ini, media elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis. E commerce merupakan extension dari commerce dengan mengeksploitasi media elektronik. Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau tidak mau harus menggunakan media elektronik ini.
Pendapat yang sangat berlebihan tentang bisnis ‘dotcom’ atau bisnis on-line seolah-olah mampu menggantikan bisnis tradisionalnya (off-line). Kita dapat melakukan order dengen cepat diinternet – dalam orde menit – tetapi proses pengiriman barang justru memakan waktu dan koordinasi yang lebih rumit, bisa memakan waktu mingguan, menurut Softbank;s Rieschel, Internet hanya menyelesaikan 10% dari proses transaksi, sementara 90 % lainnya adalah biaya untuk persiapan infrastruktur back-end, termasuk logistic. Reintiventing dunia bisnis bukan berarti menggantikan system yang ada, tapi justru komplemen dan ekstensi dari system infratruktur perdagangan dan produksi yang ada sebelumnya.
Dalam mengimplementasikan e-commerce tersedia suatu integrasi rantai nilai dari infrastrukturnya, yang terdiri dari tiga lapis. Perama, Insfrastruktur system distribusi (flow of good) kedua, Insfrastruktur pembayaran (flow of money) Dan Ketiga, Infrastruktur system informasi (flow of information). Dalam hal kesiapan infrastruktur e-commerce, kami percaya bahwa logistics follow trade, bahwa semua transaksi akan diikuti oleh perpindahan barang dari sisi penjual kepada pembeli. Agar dapat terintegrasinya system rantai suplai dari supplier, ke pabrik, ke gudang, distribusi, jasa transportasi, hingga ke customer maka diperlukan integrasi enterprise system untuk menciptakan supply chain visibility. Ada tiga factor yang patur dicermati oleh kita jika ingin membangun toko e-commerce yaitu : Variability, Visibility, dan Velocity (Majalah Teknologi, 2001).
Yang menjadi pertayaan bahwa bagaimana kita melakukan penyelidikan sebelum memutuskan untuk terjun ke market on-line ini, ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan diantaranya ;
Process conducting dalam penyelidikan : 1) mendefinisikan targer pasar, 2) menidentifikasikan kelompok untuk dijadikan pembelajaran. 3) indentity topk untuk discusi. Dalam tahap penunjungnya maka dapat diselidiki : 1) identity letak demografi website di tempat tertentu, 2) memutuskan focus editorialnya, 3) memutuskan isi dari contentnya, 4) memutuskan pelayanan yang dibuat untuk berbagai type pengunjung (Turban M, 2001)
Ternyata tidak mudah mengimplementasikan eCommerce dikarenakan banyaknya faktor yang terkait dan teknologi yang harus dikuasai. Tulisan (report) ini diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang teknologi apa saja yang terkait, standar-standar yang digunakan, dan faktor-faktor yang harus diselesaikan.
Jenis eCommerce eCommerce dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C, retail). Kedua jenis eCommerce ini memiliki karakteristikyang berbeda. Business to Business eCommerce memilikikarakteristik:
• Trading partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan (relationship) yang cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner tersebut. Dikarenakan sudah mengenal lawan komunikasi, maka jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan (trust).
• Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala, misalnya setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan kata lain, servis yang digunakan sudah tertentu. Hal ini memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama.
• Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu parternya.
• Model yang umum digunakan adalah peer-topeer, dimana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.

Sejarah e.commerce Dari sumber yang berbeda:
Istilah “perdagangan elektronik” telah berubah sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik berarti pemanfaatan transaksi komersial, seperti penggunaan EDI untuk mengirim dokumen komersial seperti pesanan pembelian atau invoice secara elektronik.
Kemudian dia berkembang menjadi suatu aktivitas yang mempunya istilah yang lebih tepat “perdagangan web” — pembelian barang dan jasa melalui World Wide Web melalui server aman (HTTPS), protokol server khusus yang menggunakan enkripsi untuk merahasiakan data penting pelanggan.
Pada awalnya ketika web mulai terkenal di masyarakat pada 1994, banyak jurnalis memperkirakan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah sektor ekonomi baru. Namun, baru sekitar empat tahun kemudian protokol aman seperti HTTPS memasuki tahap matang dan banyak digunakan. Antara 1998 dan 2000 banyak bisnis di AS dan Eropa mengembangkan situs web perdagangan ini.

Faktor kunci sukses dalam e-commerce
Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
1. Menyediakan harga kompetitif
2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
7. Mempermudah kegiatan perdagangan

Masalah e-commerce
1. Penipuan dengan cara pencurian identitas dan membohongi pelanggan.
2. Hukum yang kurang berkembang dalam bidang e-commerce ini.

Aplikasi bisnis
Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:
• E-mail dan Messaging
• Content Management Systems
• Dokumen, spreadsheet, database
• Akunting dan sistem keuangan
• Informasi pengiriman dan pemesanan
• Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
• Sistem pembayaran domestik dan internasional
• Newsgroup
• On-line Shopping
• Conferencing
• Online Banking

Perusahaan terkenal
Perusahaan yang terkenal dalam bidang ini antara lain: eBay, Yahoo, Amazon.com, Google, dan Paypal.

Kecocokan barang
Ada beberapa barang yang cocok dijual secara elektronik seperti barang elektronik kecil, musik, piranti lunak, fotografi, dll. Barang yang tidak cocok seperti barang yang memiliki rasio harga dan berat yang rendah, barang-barang yang perlu dibaui, dipegang, dicicip, dan lain-lain.
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kesimpulan

E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (komputer networks) yaitu internet
e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik.

Daftar Pustaka

Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

PASAR MODAL

12/25/2009

PASAR MODAL

A. Pengertian Pasar Modal

Pengertian pasar modal secara umum merupakan suatu tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi dalam rangka memperoleh modal. Penjual dalam pasar modal merupakan perusahaaan yang membutuhkan modal ( emiten ) , sehingga mereka berusaha untuk menjual efek-efek di pasar modal. Sedangkan pembeli ( investor ) adalah pihak yang ingin membeli modal di perusahaan yang menurut mereka menguntungkan. Pasar modal dikenal dengan nama bursa .

B. Instrumen Pasar Modal

1. Saham ( stocks )
Merupakan surat berharga yang bersifat kepemilikan. Artinya si pemilik saham merupakan pemilik saham merupakan pemilik perusahaan. Semakin besar saham yang dimilikinya, maka semakin besar pula kekuasaanya di perusahaan tersebut. Keuntungan yang diperoleh dari saham dikenal sebagai deviden. Pembagian deviden ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ).
Pembagian modal menurut undang-undang terdiri dari:
• Modal dasar, yaitu modal pertama sekali perusahaan didirikan
• Modal ditempatkan, maksudnya modal yang sudah dijual dan besarnya 25% dari modal dasar.
• Modal setor, merupakan modal yang benar-benar telah disetor yaitu sebesar 50% dari modal yang telah ditempatkan
• Saham dalam portepel, yaitu modal yang masih dalam bentuk saham yang belum dijual atau modal dasar dikurangi modal yang ditempatkan.
Kemudian jenis-jenis saham dapat ditinjau dalam beberapa antara lain sebagai berikut.
1. Dari segi cara peralihan
 Saham atas unjuk ( bearer stocks )
Merupakan saham yang tidak mempunyai nama atau tidak tertulis nama pemilik dalam saham tersebut
 Saham atas nama ( registered stocks )
Didalam saham tertulis saham tersebut dan untuk dialihkan kepada pihak lain diperlukan syarat dan prosedur tertentu.
2. Dari segi hak tagih
 Saham biasa ( common stocks )
Bagi pemilik saham ini hak memperoleh dividen atas didahulukan lebih dulu kepada saham preferen. Begitu pula dengan hak terhadap hak terhadap harta apabila perusahaan dilikuidasi.
 Saham preferen ( preferred stocks )
Merupakan hak yang memperoleh hak utama dalam deviden dan harta apabila pada saat dilikuidasi .

2. OBLIGASI ( Bonds )

Surat berharga obligasi merupakan instrumen utang bagi perusahaan yang hendak memperoleh modal. Keuntungan dari membeli obligasi diwujudkan dalam bentuk kupon. Berbeda dengan saham, maka obligasi tidak mempunyai hak terhadap menejemen dan kekayaan perusahaan.
Artinya perusahaan yang mengeluarkan obligasi hanya mempunyai utang kepada si pemegang obligasi sebesar obligasi yang dimilikinya. Oleh karena itu, dalam struktur modal perusahaan yang terlihat dalam neraca, obligasi dimasukan dalam modal asing atau utang jangka panjang . Utang ini akan dilunasi apabila telah sampai pada waktunya.

C. Para Pemain di Pasar Modal
Dalam melaksanakan transaksi jual dan beli baik saham maupun obligasi dipasar modal diperlukan penjual dan pembeli . Tanpa adanya pembeli dan penjual , maka tidak akan mungkin terjadi transaksi .

1. Emiten
Perusahaan yang akan melakukan penjualan surat-surat berharga atau melakukan emisi di bursa disebut emiten. Emiten melakukan emisi dapat memilih dua macam instrumen pasar modal apakah bersifat kepemilikan atau hutang. Jika bersifat kepemilikan, maka diterbitkanlah saham dan jika yang dipilih instrumen, maka yang dipilih adalah obligasi.

Tujuan emiten :
A. Untuk perluasan , dalam hal ini tujuan emiten dengan modal yang diperoleh dari para investor akan digunakan untuk meluas bidang usaha, perluasan pasar atau kapasitas produksi.
B. Untuk memperbaiki struktur modal, bertujuan untuk menyeimbangkan antara modal sendiri dengan modal asing.
C. Untuk memperoleh pengalihan pemegang saham. Ppengalihan ini dapat berbentuk dari pemegang saham lama kepada pemegang saham baru. Pengalihan dapar pula untuk menyeimbangkan para pemegang sahamnya.

2. Investor

Pemain yang kedua adalah pemodal yang akan membeli atau menanamkan modalnya di perusahaan yang melakukan emisi, pemodal ini disebut juga investor. Sebelum membeli surat-surat berharga yang ditawarkan para investor biasanya melakukan penelitian dan analisis-analisis tertentu. Penelitian ini mencakup bonafiditas perusahaan, prospek usaha emiten dan analisi lainnya.

Tujuan investor :
A. Memperoleh deviden . tujuan investor hanya ditujukan kepada keuntungan yang akan diperolehnya berupa bunga yang dibayar oleh emiten dalam bentuk deviden.
B. Kepemilikan perusahaan. Dalam hal ini tujuan investor untuk menguasai perusahaan . semakin banyak saham yang dimiliki, maka semakin besar pengusahaan perusahaan.
C. Berdagang . tujuan investor adalah untuk dijual kembali pada saat harga tinggi. Jadi pengharapannya adalah pada saat saham yang benar-benar dapat menaikkan keuntungan dari jual beli sahamnya.

3. Lembaga Penunjang

Disamping pemain utama di pasar modal, maka pemain lainnya yang turut memperlancar proses transaksi perdagangan efek adalah adanya lembaga penunjang . Fungsi lembaga penunjang ini antara lain turut serta mendukung beroperasinya pasar modal, sehingga mempermudah baik emiten maupun investor dalam melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pasar modal.

A. Penjamin emisi ( underwriter )
Merupakan lembaga yang menjamin terjualnya saham atau obligasi sampai batas waktu tertentu dan dapat memperoleh dana yang diinginkan emiten. Penanggunglah yang akan menanggung kerugian tersebut. Jadi dalam hal ini penanggung merupakan lembaga yang dipercayai
B. Wali amanat ( trustee )
Dalam emisi obligasi, wali amanat sangat diperlukan, terutama sekali sebagai wali dari si pemberi amanat. Dalam hal ini, si pemberi amanat adalah investor. Jadi wali amanat mewakili pihak investor dalam hal obligasi.
C. Perusahaan surat berharga ( securities company )
Merupakan perusahaan yang mengkhususkan diri dalam perdagangan surat-surat berharga yang tercatat di bursa efek. Kegiatan perusahaan surat berharga biasanya meliputi antara lain:
o Sebagai pedagang efek
o Penjamin emisi
o Perantara perdagangan efek
o Pengelola dana
D. Perusahaan pengelola dana ( investment company )
Yaitu perusahaan yang kegiatannya mengelola surat-surat berharga yang akan menguntungkan sesuai dengan keinginan investor. Perusahaan ini memiliki dua unit dalam mengelola dananya yaitu sebagai pengelola dana dan penyimpan dana.
E. Kantor admnistrasi efek
Merupakan kantor yang membantu para emiten maupun investor dalam rangka memperlancar administrasi.

D. Lembaga yang Terlibat di Pasar Modal

Lembaga terkait dengan pasar modal terdiri dari lembaga pemerintah dan lembaga swasta.

1. Lembaga-lembaga Pemerintah

Merupakan lembaga-lembaga atau badan pemerintah yang ditugaskan dan diperbantukan untuk mendukng dan memperlancar proses perdagangan efek di pasar modal.
A. Badan pelaksana Pasar Modal ( BAPEPAM )
Merupakan lembaga pengatur pasar modal, yang bertugas mengatur dan melaksanakan pasar modal di Indonesia. Tugas-tugasnya adalah :
 Membina pasar modal
 Mengatur pasar modal
 Mengawasi kegiatan-kegiatan yang terlibat di pasar modal
B. Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM )
Suatu lembaga yang memberikan izin bagi setiap perusahaan yang akan menanamkan modalnya. Izin akan diberikan BKPM setelah memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan bagi perusahaan yang hendak melakukan go public. Antara lain :
 Komposisi dan jumlah dana investasi
 Besarnya modal dasar perusahaan
 Batas waktu penyetoran modal
 Komposisi pemegang saham
C. Departemen Teknis
Pemberian izin usaha tergantung dari bidang usahanya masing-masing. Setiap bidang usaha izinnya akan dikeluarkan oleh departemen yang membawahinya.
D. Departemen Kehakiman
Bagi perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas, sebelum didirikan, maka anggaran dasar perusahaan terlebih dahulu harus di sahkan oleh kehakiman dan diberitakan dalam berita negara.

2. Lembaga-lembaga Swasta

Lembaga-lembaga swasta yang mempunyai kaitan erat dengan pasar modal antara lain :
A. Notaris
Rencana untuk menjual saham atau obligasi dipasar modal terlebih dulu dibicarakan dan disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ). Dalam RUPS haruslah dicatat dan agar pencatatannya dianggap sah, maka diperlukanlah jasa notaries untuk pengesahan acara RUPS.
B. Akuntan Publik
Peranan akuntan publik dibutuhkan untuk melakukan penilaian dan menentukan kelayakan dari laporan keuangan seperti neraca, laporan laba/rugi,dan laporan perubahan modal emiten. Akuntan publik yang akan melakukan penilaian haruslah disahkan oleh BPKP.
Setelah melalui beberapa penilaian terhadap laporan keuangan emiten, maka akuntan publik akan melakukan pernyataan atau pendapat terhadap hasil penilaian yang telah dilakukannya.
C. Konsultan Hukum
Konsultan hokum bertugas memberikan pernyataan-pernyataan tentang keabsahan-keabsahan dari dokumen-dokumen yang dipersyaratkan.
D. Konsultan efek
Konsultan efek bertugas memberikan pendapat tentang keuangan dan manajemen emiten.

E. Prosedur Emisi

Bagi perusahaan yang akan melakukan emisi baik saham maupun emisi obligasi dipasar modal harus memenuhi persyaratan dan prosedur yang berlaku yang telah ditetapkan dipasar modal. Prosedur dan persyaratan dimaksud adalah mulai dari persyaratan emisi sampai ke tangan investor. Kemudian dilanjutkan dengan penjualan dan pembelian saham dan obligasi di pasar perdana ( premier ) sampai dipasar sekunder.
Prosedur dan persyaratan emisi harus dilaksanakan sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah ditetapkan, mulai dari masa tahap persiapan sampai berakhir emisi.

1. Tahapan Emisi
• Tahapan persiapan
• Penyampaian letter of intent
• Penyampaian pernyataan pendaftaran
• Evaluasi oleh BAPEPAM
• Dengar pendapat terbuka
2. Persyaratan emisi
Izin registrasi dan listing diberikan oleh BAPEPAM setelah memenuhi persyaratanyang telah ditetapkan sebelumnya. Setelah registrasi di BAPEPAM, emiten harus listing dibursa paling lambat 90 hari stelah izin registrasi dikeluarkan.

F. Pasar Perdana ( Primary Market )
Penawaran efek dalam pasar perdana memiliki beberapa tahap persyaratan yang harus dilalui dan dipenuhi. Adapun tahap-tahap penawaran efek dipasar dana sebagai berikut :

1 pengumuman dan pendistribusian prospectus.
Pengumuman dan pendistribusian prospectus kepada calon peminat, dimaksudkan agar calon pembeli mengetahui kehendak emiten dan mempelajari tawaran-tawaran dari pihak emiten dari prospectus yang disebarluaskan.

2. Masa penawaran
selanjutnya melakukan penawaran, dimana masa penawaran dilakukan setelah penyebarluasan prospectus. Jangka waktu minimum 3 hari kerja dan jangka waktu antara pemberian izin emisi dengan pada saat pencatatan di bursa ditetapkan maksimum 90 hari. Investor yang hendak memesan efek dilakukan pada masa penawaran di atas dengan cara mengisi formulir pesanan yang telah disediakan.

3. Masa penjatahan
Jika semua pesanan telah dilakukan. Maka langkah selanjutnya adalah melakukan penjatahan . penjatahan dilakukan apabila jumlah yang dipesan oleh investor melebihi jumlah yang jumlah yang disediakan emiten. Masa penjatahan dihitung 12 hari kerja setelah mulai berakhirnya masa penawaran.

4. Masa pengembalian
Apabila jumlah yang dipesan oleh investor tidak dapat dipenuhi, maka emiten harus mengembalikan dana yang tidak dapat dipenuhinya. Batas waktu maksimal 4 hari terhitung mulai berakhirnya masa penjatahan.

5. Penyerahan efek
Bagi investor yang sudah memperoleh kepastian memperoleh efek, maka tinggal menunggu penyerahan efek. Penyerahan efek dilakukan oleh penjamin emisi sesuai pesanan investor melalui agen penjual. Maksimum penyerahan efek 12 hari kerja terhitung mulai tanggal berakhirnya masa penjatahan

6. pencatatan efek dibursa
setelah semua proses diatas dilakukan maka tibalah saatnya efek dicatat dibursa efek. Pencatatan efek merupakan proses akhir emisi efek dipasar perdana dan secara resmi dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

7. Pasar sekunder ( secondary market )
Pasar sekunder dimulai setelah berakhirnya masa pencatatan di pasar perdana. Dalam pasar sekunder perdagangan efek terjadi antara pemegang saham dengan calon pemegang saham.Uang yang berputar di pasar sekunder tidak lagi masuk keperusahaan yang yang menerbitkan efek, akan tetapi berpindah tangan dari satu pemegang ke pemegang saham yang lainnya.

Pasar Uang

Pengertian dan tujuan
Pasar uang adalah pasat tempat memperoleh dan melakukan investasi dana dalam jangka waktu yang pendek. Dalam pasar uang tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan modaljangka pendek seperti untuk keperluan modal kerja, sedangkan didalam pasar modal lebih ditekankan kepada tujuan investasi atau untuk ekspansi perusahaan. Bagi investor dengan membeli surat-surat berharga di pasar uang tujuannya adalah untuk mencari keuntungan semata dan didalam pasar modal disamping keuntungan juga untuk penguasaan perusahaan.

Pihak yang terlibat dalam pasar uang
Terdapat dua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung masing-masing pihak saling berkepentingan satu sama lainnya dan mempunyai tujuan masing-masing pula

Pihak-pihak yang terlibat dalam pasar uang adalah sebagai berikut:
1. Pihak yang membutuhkan dana
Dalam hal ini baik bank maupun perusahaan non bank yang kebetulan membutuhkan dana yang segera harus dipenuhi untuk kepentingan tertentu.
2. Pihak yang menanamkan dana.
Yaitu pihak yang menyediakan dana atau pihak yang menjual dana baik bank maupun perusahaan non bank dengan tujuan investasi di pasar uang.

Instrumen pasar uang
1. interbank call money
Merupakan pinjaman antar bank yang terjadi dalam proses kliring. Dalam transaksi kliring yang diselenggarakan oleh bank Indonesia setia hari kerja dan selalu saja ada yang kalah dan ada yang menang. Bagi bank yang kalah kliring apabila tidak dapat menutupi kekalahannya, maka akan terkena sangsi dari bank Indonesia. Oleh karena itu, agar tidak terkena sangsi akibat kekurangan likuiditas, bank tersebut dapat meminjam uang dari bank lain yang kita kenal dengan nama interbank call money atau call money.
Pengertian call money itu sendiri adalah kredit atau pinjaman yang harus segera dilunasi/dibayar apabila sudah ada tagihan atau panggilan dari pihak pemberi dana ( kreditor ). Jangka waktu kredit berkisar antara 1 hari sampai dengan 7 hari. Pemberian call money dapat berbentuk one day call money ( overnigh ) dimana harus dilunasi dalam 1 hari. Call money dapat pula berbentuk two day call money dimana masa pelunasannya 2 hari.

2. Sertifikat bank Indonesia ( SBI )
Sertifikat Bank Indonesia merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh Bank Sentral ( Bank Indonesia ). Penerbitan SBI dilakukan atas unjuk dengan nominal tertentu dan penerbitan SBI biasanya dikaitkan dengan kebijaksanaan pemerintah terhadap operasi pasar terbuka ( open market operation ) dalam masalah penanggulangan jumlah uang yang beredar.
SBI pertama kali diterbitkan tahun 1970 dan hanya diperdagangkan antar bank. Namun, kebijaksanaan ini tidak berlangsung lama, karena pemerintah mengeluarkan kebijaksanaan untuk memperkenalkan bank=bank umum untuk menerbitkan sertifikat deposito tahun 1971. SBI diterbitkan kembali dengan keluarnya kebijaksanaan deregulasi perbankan 1 juni 1983.

3. Sertifikat deposito
Sejalan dengan kebijaksanaan pemerintah yang membolehkan pihak perbankan untuk menerbitkan sertifikat deposito sejak tahun 1971, maka sampai sekarang ini sertifikat deposito merupakan alternatif utama bagi pihak perbankan untuk memenuhi kebutuhan dana jangka pendeknya.
Sertifikat deposito diterbitkan atas unjuk dengan nominal tertentu. Jangka waktunya pun bervariasi sesuai dengan keinginan bank. Pencairan sertifikat deposito dapat dilakukan setelah jatuh tempo. Namun apabila investor memerlukan dana, maka dapat pula sertifikat deposito ini diperjualbelikan apakah kepada lembaga ataupun pihak umum.

4. Surat Berharga Pasar Uang ( SBPU )
Merupakan surat berharga yang yang diperkenalkan oleh Bank Indonesia tahun 1985 sebagai salah satu alat untuk melakukan operasi pasar terbuka dalam rangka menstabilkan nilai rupiah. Bank ataupun lembaga keuangan yang ingin memperoleh dana jangka pendek dapat menerbitkan SBPU ini kemudian diperjualbelikan dengan bank Indonesia atau pihak-pihak lainnya.

5. banker’s acceptance
merupakan wesel bank yang diberikan cap dengan kata-kata “accepted” dan dapat diperjualbelikan dipasar uang sebagai salah satu sumber danajangka pendek. Jangka waktu penarikan wesel berkisar antara 30 hari sampai 180 hari.wesel yang diberi cap “ accepted “ iniah yang kemudian kita kenal dengan Banker’s acceptance .

6. Commercial Paper
Commercial paper merupakan kertas berharga yang dapat diperdagangkan dipasar uang dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 tahun. Yang termasuk kedalam jenis commercial paper adalah proses yang diterbitkan oleh perusahaan lembaga keuangan, termasuk bank.
Penerbitan proses yang termasuk dalam jenis commercial paper ini tidak disertai jaminan tertentu. Seperti halnya jenis surat berharga pasar uang lainnya, bahwa penerbitan commercial paper ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan modal jangka pendek perusahaan dimana kepada si pemegang proses penerbit berjanji untuk membayar sejumlah uang tertentu pada saat jatuh tempo.

7. Treasury bills
merupakan instrumen pasar modal yang diterbitkan oleh bank sentral dengan jangka waktu paling lama 1 tahun.penerbitan treasury bills oleh Bank Sentral ini biasanya atas unjuk dengan nominal tertentu pula.

8. Repuchase Agreement
merupakan bentuk surat berharga yang juga dapat diperjualbelikan dengan suatu perjanjian tertulis bahwa si penjual akan membeli kembali surat-surat berharga tersebut disertai dengan perjanjian yaitu harga dan tanggal jatuh temponya.
Pengertian Valuta Asing

Pasar valuta asing disebut juga dengan istilah foreign exchange merupakan pasar dimana transaksi valuta asing dilakukan baik antarnegara maupun dalam suatu negara. Transaksi dapat dilakukan oleh suatu badan/ perusahaan atau secara perorangan dengan berbagai tujuan. Dalam setiap kali melakukan transaksi valuta asing, maka digunakan kurs ( nilai tukar ). Nilai tukar ini dapat berubah-ubah sesuai kondisi dari waktu ke waktu yang disebabkan oleh berbagai factor seperti ekonomi dan politik.
Pasar valuta asing terdapat di tiap negara dan dalam praktiknya dapat dijangkau oleh setiap negara dengan sarana telekomunikasi yang ada. Karena menyangkut banyak negara diseluruh dunia, maka transaksi yang dilakukan hampir tidak pernah tidur. Sebagai contoh pada saat suatu transaksi ditutup di suatu negara karena sudah larut malam, maka pada saat yang sama dinegara lain transaksi baru dimulai karena pagi hari. Demikian transaksi selalu berputar antara pusat-pusat keuangan seperti New york, London, Tokyo, Hongkong atau Jakarta.

Tujuan melakukan Valas
 Untuk transaksi pembayaran
 Mempertahankan daya beli
 Pengiriman uang keluar negri
 Mencari keuntungan
 Pemagaran risiko
 Kemudahan berbelanja

Jenis-jenis transaksi valas
1 Transaksi spot ( spot Transaction )
Dalam transaksi spot biasanya penyerahan valas ditetapkan 2 hari kerja berikutnya. Misalnya kontrak jual veli valas ditutup tanggal 10 maka penyerahannya maka dilakukn tanggal 12.
2. Transaksi Tunggak ( forward transaction )
Berbeda penyerahan transaksi spot dalam transaksi forward penyerahan dilakukan beberapa hari mendatang, baik secara mingguan atau bulanan.
3. Transaksi Barter
Yang dilakukan transaksi Barter adalah kombinasi antara pembeli dan penjual untuk dua mata uang secara tunai yang diikuti membeli dan menjual mata uang yang sama tunai dan tunggak secara simultan dengan batas waktu yang berbeda.

Hello world!

10/11/2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!