PASAR MODAL

PASAR MODAL

A. Pengertian Pasar Modal

Pengertian pasar modal secara umum merupakan suatu tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi dalam rangka memperoleh modal. Penjual dalam pasar modal merupakan perusahaaan yang membutuhkan modal ( emiten ) , sehingga mereka berusaha untuk menjual efek-efek di pasar modal. Sedangkan pembeli ( investor ) adalah pihak yang ingin membeli modal di perusahaan yang menurut mereka menguntungkan. Pasar modal dikenal dengan nama bursa .

B. Instrumen Pasar Modal

1. Saham ( stocks )
Merupakan surat berharga yang bersifat kepemilikan. Artinya si pemilik saham merupakan pemilik saham merupakan pemilik perusahaan. Semakin besar saham yang dimilikinya, maka semakin besar pula kekuasaanya di perusahaan tersebut. Keuntungan yang diperoleh dari saham dikenal sebagai deviden. Pembagian deviden ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ).
Pembagian modal menurut undang-undang terdiri dari:
• Modal dasar, yaitu modal pertama sekali perusahaan didirikan
• Modal ditempatkan, maksudnya modal yang sudah dijual dan besarnya 25% dari modal dasar.
• Modal setor, merupakan modal yang benar-benar telah disetor yaitu sebesar 50% dari modal yang telah ditempatkan
• Saham dalam portepel, yaitu modal yang masih dalam bentuk saham yang belum dijual atau modal dasar dikurangi modal yang ditempatkan.
Kemudian jenis-jenis saham dapat ditinjau dalam beberapa antara lain sebagai berikut.
1. Dari segi cara peralihan
 Saham atas unjuk ( bearer stocks )
Merupakan saham yang tidak mempunyai nama atau tidak tertulis nama pemilik dalam saham tersebut
 Saham atas nama ( registered stocks )
Didalam saham tertulis saham tersebut dan untuk dialihkan kepada pihak lain diperlukan syarat dan prosedur tertentu.
2. Dari segi hak tagih
 Saham biasa ( common stocks )
Bagi pemilik saham ini hak memperoleh dividen atas didahulukan lebih dulu kepada saham preferen. Begitu pula dengan hak terhadap hak terhadap harta apabila perusahaan dilikuidasi.
 Saham preferen ( preferred stocks )
Merupakan hak yang memperoleh hak utama dalam deviden dan harta apabila pada saat dilikuidasi .

2. OBLIGASI ( Bonds )

Surat berharga obligasi merupakan instrumen utang bagi perusahaan yang hendak memperoleh modal. Keuntungan dari membeli obligasi diwujudkan dalam bentuk kupon. Berbeda dengan saham, maka obligasi tidak mempunyai hak terhadap menejemen dan kekayaan perusahaan.
Artinya perusahaan yang mengeluarkan obligasi hanya mempunyai utang kepada si pemegang obligasi sebesar obligasi yang dimilikinya. Oleh karena itu, dalam struktur modal perusahaan yang terlihat dalam neraca, obligasi dimasukan dalam modal asing atau utang jangka panjang . Utang ini akan dilunasi apabila telah sampai pada waktunya.

C. Para Pemain di Pasar Modal
Dalam melaksanakan transaksi jual dan beli baik saham maupun obligasi dipasar modal diperlukan penjual dan pembeli . Tanpa adanya pembeli dan penjual , maka tidak akan mungkin terjadi transaksi .

1. Emiten
Perusahaan yang akan melakukan penjualan surat-surat berharga atau melakukan emisi di bursa disebut emiten. Emiten melakukan emisi dapat memilih dua macam instrumen pasar modal apakah bersifat kepemilikan atau hutang. Jika bersifat kepemilikan, maka diterbitkanlah saham dan jika yang dipilih instrumen, maka yang dipilih adalah obligasi.

Tujuan emiten :
A. Untuk perluasan , dalam hal ini tujuan emiten dengan modal yang diperoleh dari para investor akan digunakan untuk meluas bidang usaha, perluasan pasar atau kapasitas produksi.
B. Untuk memperbaiki struktur modal, bertujuan untuk menyeimbangkan antara modal sendiri dengan modal asing.
C. Untuk memperoleh pengalihan pemegang saham. Ppengalihan ini dapat berbentuk dari pemegang saham lama kepada pemegang saham baru. Pengalihan dapar pula untuk menyeimbangkan para pemegang sahamnya.

2. Investor

Pemain yang kedua adalah pemodal yang akan membeli atau menanamkan modalnya di perusahaan yang melakukan emisi, pemodal ini disebut juga investor. Sebelum membeli surat-surat berharga yang ditawarkan para investor biasanya melakukan penelitian dan analisis-analisis tertentu. Penelitian ini mencakup bonafiditas perusahaan, prospek usaha emiten dan analisi lainnya.

Tujuan investor :
A. Memperoleh deviden . tujuan investor hanya ditujukan kepada keuntungan yang akan diperolehnya berupa bunga yang dibayar oleh emiten dalam bentuk deviden.
B. Kepemilikan perusahaan. Dalam hal ini tujuan investor untuk menguasai perusahaan . semakin banyak saham yang dimiliki, maka semakin besar pengusahaan perusahaan.
C. Berdagang . tujuan investor adalah untuk dijual kembali pada saat harga tinggi. Jadi pengharapannya adalah pada saat saham yang benar-benar dapat menaikkan keuntungan dari jual beli sahamnya.

3. Lembaga Penunjang

Disamping pemain utama di pasar modal, maka pemain lainnya yang turut memperlancar proses transaksi perdagangan efek adalah adanya lembaga penunjang . Fungsi lembaga penunjang ini antara lain turut serta mendukung beroperasinya pasar modal, sehingga mempermudah baik emiten maupun investor dalam melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pasar modal.

A. Penjamin emisi ( underwriter )
Merupakan lembaga yang menjamin terjualnya saham atau obligasi sampai batas waktu tertentu dan dapat memperoleh dana yang diinginkan emiten. Penanggunglah yang akan menanggung kerugian tersebut. Jadi dalam hal ini penanggung merupakan lembaga yang dipercayai
B. Wali amanat ( trustee )
Dalam emisi obligasi, wali amanat sangat diperlukan, terutama sekali sebagai wali dari si pemberi amanat. Dalam hal ini, si pemberi amanat adalah investor. Jadi wali amanat mewakili pihak investor dalam hal obligasi.
C. Perusahaan surat berharga ( securities company )
Merupakan perusahaan yang mengkhususkan diri dalam perdagangan surat-surat berharga yang tercatat di bursa efek. Kegiatan perusahaan surat berharga biasanya meliputi antara lain:
o Sebagai pedagang efek
o Penjamin emisi
o Perantara perdagangan efek
o Pengelola dana
D. Perusahaan pengelola dana ( investment company )
Yaitu perusahaan yang kegiatannya mengelola surat-surat berharga yang akan menguntungkan sesuai dengan keinginan investor. Perusahaan ini memiliki dua unit dalam mengelola dananya yaitu sebagai pengelola dana dan penyimpan dana.
E. Kantor admnistrasi efek
Merupakan kantor yang membantu para emiten maupun investor dalam rangka memperlancar administrasi.

D. Lembaga yang Terlibat di Pasar Modal

Lembaga terkait dengan pasar modal terdiri dari lembaga pemerintah dan lembaga swasta.

1. Lembaga-lembaga Pemerintah

Merupakan lembaga-lembaga atau badan pemerintah yang ditugaskan dan diperbantukan untuk mendukng dan memperlancar proses perdagangan efek di pasar modal.
A. Badan pelaksana Pasar Modal ( BAPEPAM )
Merupakan lembaga pengatur pasar modal, yang bertugas mengatur dan melaksanakan pasar modal di Indonesia. Tugas-tugasnya adalah :
 Membina pasar modal
 Mengatur pasar modal
 Mengawasi kegiatan-kegiatan yang terlibat di pasar modal
B. Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM )
Suatu lembaga yang memberikan izin bagi setiap perusahaan yang akan menanamkan modalnya. Izin akan diberikan BKPM setelah memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan bagi perusahaan yang hendak melakukan go public. Antara lain :
 Komposisi dan jumlah dana investasi
 Besarnya modal dasar perusahaan
 Batas waktu penyetoran modal
 Komposisi pemegang saham
C. Departemen Teknis
Pemberian izin usaha tergantung dari bidang usahanya masing-masing. Setiap bidang usaha izinnya akan dikeluarkan oleh departemen yang membawahinya.
D. Departemen Kehakiman
Bagi perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas, sebelum didirikan, maka anggaran dasar perusahaan terlebih dahulu harus di sahkan oleh kehakiman dan diberitakan dalam berita negara.

2. Lembaga-lembaga Swasta

Lembaga-lembaga swasta yang mempunyai kaitan erat dengan pasar modal antara lain :
A. Notaris
Rencana untuk menjual saham atau obligasi dipasar modal terlebih dulu dibicarakan dan disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ). Dalam RUPS haruslah dicatat dan agar pencatatannya dianggap sah, maka diperlukanlah jasa notaries untuk pengesahan acara RUPS.
B. Akuntan Publik
Peranan akuntan publik dibutuhkan untuk melakukan penilaian dan menentukan kelayakan dari laporan keuangan seperti neraca, laporan laba/rugi,dan laporan perubahan modal emiten. Akuntan publik yang akan melakukan penilaian haruslah disahkan oleh BPKP.
Setelah melalui beberapa penilaian terhadap laporan keuangan emiten, maka akuntan publik akan melakukan pernyataan atau pendapat terhadap hasil penilaian yang telah dilakukannya.
C. Konsultan Hukum
Konsultan hokum bertugas memberikan pernyataan-pernyataan tentang keabsahan-keabsahan dari dokumen-dokumen yang dipersyaratkan.
D. Konsultan efek
Konsultan efek bertugas memberikan pendapat tentang keuangan dan manajemen emiten.

E. Prosedur Emisi

Bagi perusahaan yang akan melakukan emisi baik saham maupun emisi obligasi dipasar modal harus memenuhi persyaratan dan prosedur yang berlaku yang telah ditetapkan dipasar modal. Prosedur dan persyaratan dimaksud adalah mulai dari persyaratan emisi sampai ke tangan investor. Kemudian dilanjutkan dengan penjualan dan pembelian saham dan obligasi di pasar perdana ( premier ) sampai dipasar sekunder.
Prosedur dan persyaratan emisi harus dilaksanakan sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah ditetapkan, mulai dari masa tahap persiapan sampai berakhir emisi.

1. Tahapan Emisi
• Tahapan persiapan
• Penyampaian letter of intent
• Penyampaian pernyataan pendaftaran
• Evaluasi oleh BAPEPAM
• Dengar pendapat terbuka
2. Persyaratan emisi
Izin registrasi dan listing diberikan oleh BAPEPAM setelah memenuhi persyaratanyang telah ditetapkan sebelumnya. Setelah registrasi di BAPEPAM, emiten harus listing dibursa paling lambat 90 hari stelah izin registrasi dikeluarkan.

F. Pasar Perdana ( Primary Market )
Penawaran efek dalam pasar perdana memiliki beberapa tahap persyaratan yang harus dilalui dan dipenuhi. Adapun tahap-tahap penawaran efek dipasar dana sebagai berikut :

1 pengumuman dan pendistribusian prospectus.
Pengumuman dan pendistribusian prospectus kepada calon peminat, dimaksudkan agar calon pembeli mengetahui kehendak emiten dan mempelajari tawaran-tawaran dari pihak emiten dari prospectus yang disebarluaskan.

2. Masa penawaran
selanjutnya melakukan penawaran, dimana masa penawaran dilakukan setelah penyebarluasan prospectus. Jangka waktu minimum 3 hari kerja dan jangka waktu antara pemberian izin emisi dengan pada saat pencatatan di bursa ditetapkan maksimum 90 hari. Investor yang hendak memesan efek dilakukan pada masa penawaran di atas dengan cara mengisi formulir pesanan yang telah disediakan.

3. Masa penjatahan
Jika semua pesanan telah dilakukan. Maka langkah selanjutnya adalah melakukan penjatahan . penjatahan dilakukan apabila jumlah yang dipesan oleh investor melebihi jumlah yang jumlah yang disediakan emiten. Masa penjatahan dihitung 12 hari kerja setelah mulai berakhirnya masa penawaran.

4. Masa pengembalian
Apabila jumlah yang dipesan oleh investor tidak dapat dipenuhi, maka emiten harus mengembalikan dana yang tidak dapat dipenuhinya. Batas waktu maksimal 4 hari terhitung mulai berakhirnya masa penjatahan.

5. Penyerahan efek
Bagi investor yang sudah memperoleh kepastian memperoleh efek, maka tinggal menunggu penyerahan efek. Penyerahan efek dilakukan oleh penjamin emisi sesuai pesanan investor melalui agen penjual. Maksimum penyerahan efek 12 hari kerja terhitung mulai tanggal berakhirnya masa penjatahan

6. pencatatan efek dibursa
setelah semua proses diatas dilakukan maka tibalah saatnya efek dicatat dibursa efek. Pencatatan efek merupakan proses akhir emisi efek dipasar perdana dan secara resmi dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

7. Pasar sekunder ( secondary market )
Pasar sekunder dimulai setelah berakhirnya masa pencatatan di pasar perdana. Dalam pasar sekunder perdagangan efek terjadi antara pemegang saham dengan calon pemegang saham.Uang yang berputar di pasar sekunder tidak lagi masuk keperusahaan yang yang menerbitkan efek, akan tetapi berpindah tangan dari satu pemegang ke pemegang saham yang lainnya.

Pasar Uang

Pengertian dan tujuan
Pasar uang adalah pasat tempat memperoleh dan melakukan investasi dana dalam jangka waktu yang pendek. Dalam pasar uang tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan modaljangka pendek seperti untuk keperluan modal kerja, sedangkan didalam pasar modal lebih ditekankan kepada tujuan investasi atau untuk ekspansi perusahaan. Bagi investor dengan membeli surat-surat berharga di pasar uang tujuannya adalah untuk mencari keuntungan semata dan didalam pasar modal disamping keuntungan juga untuk penguasaan perusahaan.

Pihak yang terlibat dalam pasar uang
Terdapat dua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung masing-masing pihak saling berkepentingan satu sama lainnya dan mempunyai tujuan masing-masing pula

Pihak-pihak yang terlibat dalam pasar uang adalah sebagai berikut:
1. Pihak yang membutuhkan dana
Dalam hal ini baik bank maupun perusahaan non bank yang kebetulan membutuhkan dana yang segera harus dipenuhi untuk kepentingan tertentu.
2. Pihak yang menanamkan dana.
Yaitu pihak yang menyediakan dana atau pihak yang menjual dana baik bank maupun perusahaan non bank dengan tujuan investasi di pasar uang.

Instrumen pasar uang
1. interbank call money
Merupakan pinjaman antar bank yang terjadi dalam proses kliring. Dalam transaksi kliring yang diselenggarakan oleh bank Indonesia setia hari kerja dan selalu saja ada yang kalah dan ada yang menang. Bagi bank yang kalah kliring apabila tidak dapat menutupi kekalahannya, maka akan terkena sangsi dari bank Indonesia. Oleh karena itu, agar tidak terkena sangsi akibat kekurangan likuiditas, bank tersebut dapat meminjam uang dari bank lain yang kita kenal dengan nama interbank call money atau call money.
Pengertian call money itu sendiri adalah kredit atau pinjaman yang harus segera dilunasi/dibayar apabila sudah ada tagihan atau panggilan dari pihak pemberi dana ( kreditor ). Jangka waktu kredit berkisar antara 1 hari sampai dengan 7 hari. Pemberian call money dapat berbentuk one day call money ( overnigh ) dimana harus dilunasi dalam 1 hari. Call money dapat pula berbentuk two day call money dimana masa pelunasannya 2 hari.

2. Sertifikat bank Indonesia ( SBI )
Sertifikat Bank Indonesia merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh Bank Sentral ( Bank Indonesia ). Penerbitan SBI dilakukan atas unjuk dengan nominal tertentu dan penerbitan SBI biasanya dikaitkan dengan kebijaksanaan pemerintah terhadap operasi pasar terbuka ( open market operation ) dalam masalah penanggulangan jumlah uang yang beredar.
SBI pertama kali diterbitkan tahun 1970 dan hanya diperdagangkan antar bank. Namun, kebijaksanaan ini tidak berlangsung lama, karena pemerintah mengeluarkan kebijaksanaan untuk memperkenalkan bank=bank umum untuk menerbitkan sertifikat deposito tahun 1971. SBI diterbitkan kembali dengan keluarnya kebijaksanaan deregulasi perbankan 1 juni 1983.

3. Sertifikat deposito
Sejalan dengan kebijaksanaan pemerintah yang membolehkan pihak perbankan untuk menerbitkan sertifikat deposito sejak tahun 1971, maka sampai sekarang ini sertifikat deposito merupakan alternatif utama bagi pihak perbankan untuk memenuhi kebutuhan dana jangka pendeknya.
Sertifikat deposito diterbitkan atas unjuk dengan nominal tertentu. Jangka waktunya pun bervariasi sesuai dengan keinginan bank. Pencairan sertifikat deposito dapat dilakukan setelah jatuh tempo. Namun apabila investor memerlukan dana, maka dapat pula sertifikat deposito ini diperjualbelikan apakah kepada lembaga ataupun pihak umum.

4. Surat Berharga Pasar Uang ( SBPU )
Merupakan surat berharga yang yang diperkenalkan oleh Bank Indonesia tahun 1985 sebagai salah satu alat untuk melakukan operasi pasar terbuka dalam rangka menstabilkan nilai rupiah. Bank ataupun lembaga keuangan yang ingin memperoleh dana jangka pendek dapat menerbitkan SBPU ini kemudian diperjualbelikan dengan bank Indonesia atau pihak-pihak lainnya.

5. banker’s acceptance
merupakan wesel bank yang diberikan cap dengan kata-kata “accepted” dan dapat diperjualbelikan dipasar uang sebagai salah satu sumber danajangka pendek. Jangka waktu penarikan wesel berkisar antara 30 hari sampai 180 hari.wesel yang diberi cap “ accepted “ iniah yang kemudian kita kenal dengan Banker’s acceptance .

6. Commercial Paper
Commercial paper merupakan kertas berharga yang dapat diperdagangkan dipasar uang dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 tahun. Yang termasuk kedalam jenis commercial paper adalah proses yang diterbitkan oleh perusahaan lembaga keuangan, termasuk bank.
Penerbitan proses yang termasuk dalam jenis commercial paper ini tidak disertai jaminan tertentu. Seperti halnya jenis surat berharga pasar uang lainnya, bahwa penerbitan commercial paper ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan modal jangka pendek perusahaan dimana kepada si pemegang proses penerbit berjanji untuk membayar sejumlah uang tertentu pada saat jatuh tempo.

7. Treasury bills
merupakan instrumen pasar modal yang diterbitkan oleh bank sentral dengan jangka waktu paling lama 1 tahun.penerbitan treasury bills oleh Bank Sentral ini biasanya atas unjuk dengan nominal tertentu pula.

8. Repuchase Agreement
merupakan bentuk surat berharga yang juga dapat diperjualbelikan dengan suatu perjanjian tertulis bahwa si penjual akan membeli kembali surat-surat berharga tersebut disertai dengan perjanjian yaitu harga dan tanggal jatuh temponya.
Pengertian Valuta Asing

Pasar valuta asing disebut juga dengan istilah foreign exchange merupakan pasar dimana transaksi valuta asing dilakukan baik antarnegara maupun dalam suatu negara. Transaksi dapat dilakukan oleh suatu badan/ perusahaan atau secara perorangan dengan berbagai tujuan. Dalam setiap kali melakukan transaksi valuta asing, maka digunakan kurs ( nilai tukar ). Nilai tukar ini dapat berubah-ubah sesuai kondisi dari waktu ke waktu yang disebabkan oleh berbagai factor seperti ekonomi dan politik.
Pasar valuta asing terdapat di tiap negara dan dalam praktiknya dapat dijangkau oleh setiap negara dengan sarana telekomunikasi yang ada. Karena menyangkut banyak negara diseluruh dunia, maka transaksi yang dilakukan hampir tidak pernah tidur. Sebagai contoh pada saat suatu transaksi ditutup di suatu negara karena sudah larut malam, maka pada saat yang sama dinegara lain transaksi baru dimulai karena pagi hari. Demikian transaksi selalu berputar antara pusat-pusat keuangan seperti New york, London, Tokyo, Hongkong atau Jakarta.

Tujuan melakukan Valas
 Untuk transaksi pembayaran
 Mempertahankan daya beli
 Pengiriman uang keluar negri
 Mencari keuntungan
 Pemagaran risiko
 Kemudahan berbelanja

Jenis-jenis transaksi valas
1 Transaksi spot ( spot Transaction )
Dalam transaksi spot biasanya penyerahan valas ditetapkan 2 hari kerja berikutnya. Misalnya kontrak jual veli valas ditutup tanggal 10 maka penyerahannya maka dilakukn tanggal 12.
2. Transaksi Tunggak ( forward transaction )
Berbeda penyerahan transaksi spot dalam transaksi forward penyerahan dilakukan beberapa hari mendatang, baik secara mingguan atau bulanan.
3. Transaksi Barter
Yang dilakukan transaksi Barter adalah kombinasi antara pembeli dan penjual untuk dua mata uang secara tunai yang diikuti membeli dan menjual mata uang yang sama tunai dan tunggak secara simultan dengan batas waktu yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: