IMPLEMENTASI TINDAKAN STRATEGI (MANAJEMEN STRATEGI)

Teknik Pembuatan Program Kerja
Untuk membuat program kerja yang baik dapat digunakan beberapa teknik yang sudah umum digunakan, terutama teknik yang dapat mengoptimalisasi sumber daya organisasi yang akan digunakan. Teknik-teknik tersebut antara lain :
1. Teknik Gantt chart and Gantt Milestone chart
Teknik ini diperkenalkan oleh Henry L. Gantt. Pada dasarnya pembuatan jadwal dilakukan dengan dua sumbu, yaitu sumbu horizontal untuk menggambarkan kurun waktu dan sumbu vertical untuk menggambarkan jenis kegiatan dan pelaksanaan. Langkah-langkah penyusunan Gantt chart adalah:
a. Menentukan tingkat kerincian kegiatan yang akan dimasukkan pada bagan.
b. Mengidentifikasi urutan-urutan logis (dapat juga secara kronologis) kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan.
c. Memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian masing-masing kegiatan.
d. Membuat konsep penjadwalan pada bagan.
e. Mendiskusikan konsep tersebut dengan orang-orang yang akan terlibat dalam pelaksanaan masing-masing kegiatan.
f. Membuat bagan akhir yang lebih realistis dan telah disepakati oleh semua orang yang terlibat.
g. Melakukan revisi dan koreksi apabila perlu.
Kelebihan teknik ini adalah bahwa rencana ini dapat dibuat secara sederhana, mudah menghitung waktu dan mencantumkan dalam bagan, mudah dibaca, dan dapat langsung dipakai untuk pemantauan kegiatan. Sedangkan kekurangan teknik ini adalah bahwa cara ini terlalu sederhana jika proyeknya dianggap besar, perkiraan pencapaian kegiatan sulit dilihat, kegiatan-kegitannya sulit digambarkan, indicator-indikator pada kegiatan yang kritis sulit diketahui, hubungan antara kegiatan tidak terlihat, sulit mengecek ketepatan pelaksanaannya, tidak mencerminkan distribbusi beban dan biaya kegiatan, dan sulit diubah jika terjadi perkembangan-perkembangan baru.
Teknik Gantt Milestone chart adalah penjadwalan yang merupakan perbaikan dari Gantt chart, yaitu dengan menambahkan kejadian penting atau tonggak ukuran (Milestone). Penambahan itu adalah adanya kegiatan awal, kegiatan antara, dan kegiatan akhir. Kelebihannya kegiatan kritis dapat diperllihatkan.
2. Teknik PERT and NWP
PERT (Program Evaluation and Review Technique) adalah teknik perencanaan yang dikembangkan oleh Booz, Allen, dan Hamilton pada tahun 1958. Dalam teknik ini ada tiga hal penting yang mendasarinya, yaitu Perencanaan, Pengorganisasian, dan Pengendalian. NWP (Network Planning) adalah hasil dari pengembangan PERT. Kelebihan dari NWP adalah memasukkan unsur keterangan kapan suatu kegiatan dimulai dan berakhir.
3. Teknik PKT, PIP, dan APP
Teknik PKT (Pola Kerja Terpadu) adalah teknik pemecahan masalah yang dilanjutkan dengan lankah perencanaan kerja secara komprehensif yang dapat memberikan kepastian kegiatan dan tanggung jawab, baik secara individual maupun kelompok dalam pelaksaan suatu kegiatan. Proses analisisnya terdiri dari empat tahap, yaitu tahap penentuan masalah, tahap pengembangan dan penetapan sasaran, tahap pengembangan dan pemilihan alterbatif, serta tahap penyusunan rencana kerja terinci serta paket kerjanya.
Teknik PIP (Performance Improvement Planning) adalah teknik perencanaan guna menentukan strategi serta langkah-langkah kegiatan yang terkoordinasi untuk mencapai tujuan perusahaan melalui analisis terhadap kekuatan-kekuatan pendorong dan penghambat kinerja perusahaan.
Teknik APP (Analisis Persoalan Potensial) adalah teknik yang digunakan untuk mengamankan rencana atau program yang telah disusun sedemikian rupa.

 Anggaran Manfaat anggaran bagi perusahaan antara lain adalah bahwa perusahaan memiliki rencana terpadu yang dapat digunakan sebagai pedoman pelaksaan kegiatan perusahaan, alat koordinasi kerja, alat pengawasan kerja, dan alat pengevaluasi kegiatan perusahaan. Perencanaan anggaran mengenal empat macam system, yaitu:
a. Sistem anggaran tradisional
System anggaran ini disusun berdasarkan jenis pengeluarannya. System ini sederhana dan cocok bagi perusahaan kecil.
b. Sistem anggaran hasil karya
System anggaran ini disusun berdasarkan sasaran yang ingin dicapai.
c. System PPBS (Planning Programing Budgeting System)
System anggaran ini biasanya diterapkan pada perusahaan besar dan modern. Pada dasarnya system ini dibuat dengan cara menyususn anggaran berdasarkan rencana dan program kegiatan yang akan dilaksanakan oleh masing-masing organisasi.
d. System ZBB (Zero Base Budgeting) System penganggaran ini merupakan pengembangan dari PPBS yang mengacu kepada pendekatan manajemen berdasarkan sasaran. System ZBB menghubungkan antara proses perencanaan, pemrograman, dan penganggaran melalui evaluasi berbagai program yang telah dan sedang dilaksanakan bersamaan dengan rencana yang diusulkan.

2.2 Pengertian Implementasi Strategi
Implementasi Strategi adalah proses dimana manajemen mewujudkan strateginya dalam bentuk program, prosedur, anggaran serta pengembangan strategi dalam bentuk tindakan.

2.3 Hubungan Implementasi Dan Perencanaan Strategi
Implementasi adalah muara dari perencanaan stategik yang dilakukan sebelumnya. Bentuk hubungan implementasi dengan perencanaan yaitu :
1. Implementasi yang baik dari perencanaan yang baik
2. Implementasi yang baik dari perencanaan yang buruk
3. Implementasi yang buruk dari perencanaan yang baik
4. Implementasi yang buruk dari perencanaan yang buruk
Berbagai kemungkinan implementasi Strategi :
 Success :
• Hasil yang paling diinginkan oleh perusahaan
• Terjadi pada saat perusahaan mampu melakukan formulasi strategi dan sekaligus mampu mengimplementasikan secara baik juga.
 Roulette :
• Situasi dimana strategi yang diformulasikan sesungguhnya kurang baik, akan tetapi hasil yang didapat tidaklah terlalu mengecewakan karena perusahaan mampu mengimplementasikan strateginya dengan baik.
 Trouble :
• Situasi dimana strategi perusahaan sebenarnya diformulasikan dengan baik namun strategi tersebut kacau dan tidak optimal karena manajemen perusahaan tidak mengimplementasikannya dengan baik.
 Failure :
• Merupakan hasil yang paling buruk dan paling tidak diinginkan oleh manajemen perusahaan.

Tabel :
Implementasi
Perencanaan Baik Buruk
Baik Success Trouble
Buruk Roulette Failure

Untuk memastikan keberhasilan, strategi harus diterjemahkan kedalam tindakan-tindakan yang diimplementasikan secara hati-hati. Hal ini berarti :
a. Strategi harus diterjemahkan kedalam panduan aktifitas para anggota perusahaan.
b. Strategi dan perusahaan harus menjadi satu yang di cerminkan dalam :
1. Cara dimana perusahaan mengatur aktifitasnya
2. Para pemimpin organisasi
3. Budaya Organisasi
c. Para manager perusahaan harus menjalankan pengendalian “penentu arah” yang menghasilakan pengendalian strategis dan kemampuan untuk menyesuaikan strategis, komitmen, dan tujuan sebagai respon terhadap kondisi-kondisi masa depan yang terus bertambah
d. Organisasi harus semakin membuat komitmen yang serius untuk menjadi inovatif dan mempertimbangkan untuk membawa prosses kewirausahaan dalam perusahaan agar perusahaan dapat bertahan, tumbuh, dan makmur dalam arena bisnis global yang lebih kompetitif serta berubah pesat.

Implementasi strategi bertumpu pada alokasi dan pengorganisasian SDM yang ditampakkan melalui penetapan struktur organisasi, mekanisme kepemimpinan yang dijalankan berikut budaya perusahaan.
1. Struktur Organisasi
Dalam manajemen strategi, struktur organisasi pada hakikatnya merupakan cermin miniature organisasi. Mencakup pengertian prosese penetapan struktur peran melalui penentuan kegiatan yang harus ditempuh untuk mencapai visi, misi, dan tujuan organisasi serta bagian-bagiannya, pengelompokan aktivitas, penugasan kelompok-kelompok aktivitas, pendelegasian wewenang, serta pengkordinasian hubungan-hubungan wewenang dan informasi, baik horizontal maupun verticalPenetapan struktur organisasi sebagaimana disebutkan di atas memerlukan pemenuhan tujuh prinsip organisasi yang dinilai penting, yaitu :
a. Perumusan tujuan
b. Kesatuan arah
c. Pembagian kerja
d. Pendelegasian wewenang dan Tanggung jawab
e. Koordinasi
f. Tingkat Pengawasan
g. Rentang Manejemen

2. Kepemimpinan
Terdapat empat gaya kepemimpinan secara umum, yaitu :
a. Gaya kepemimpinan administrator
• Kurang inovatif dan terlalu kaku terhadap peraturan
• Sikapnya konservatif, dan terlihat takut untuk mengambil resiko (mencari aman)
b. Gaya kepemimpinan analitis
• Pembuatan keputusan dibuat berdasarkan pada proses analisa, terutama analisa logika
• Berorientasi pada hasil
• Rencana-rencana rinci dan jangka panjang
c. Gaya kepemimpinan asertif
• Sifatnya agresif dan mempunyai perhatian sangat besar terhadap pengendalian personal
• Lebih terbuka terhadap konflik dan kritik
d. Gaya kepemimpinan entrepreneur
• Sangat menaruh perhatian kepada kekuasaan dan hasil akhir
• Kurang menekankan kerjasama
Tiga unsur kepemimpinan yang saling terkait :
• Tanggung Jawab
• Keputusan
• Wewenang

Syarat-syarat dalam memberikan kepemimpinan efektif :
 Pengetahuan mengenai Industri dan organisasi
– Pengetahuan yang luas mengenai industri (pasar, persaingan, produk, teknologi)
– Pengetahuan yang luas mengenai perusahaan (para pemain kunci dan apa yang membuat posisi mereka kuat, kebudayaan, sejarah, system)
 Relasi dalam perusahaan dan industri
– Relasi yang kuat dan luas dalam perusahaan dan industri
 Reputasi dan catatan rekor
– Reputasi yang cemerlang dan suatu catatan rekor yang kuat dalam sejumlah aktivitas
 Kemampuan dan keahlian
– Pikiran yang tajam (kemampuan menganalisis yang cukup kuat, pengambil keputusan yang baik, kemampuan berpikir secara strategis dan multimedis)
– Keahlian dalam berhubungan dengan orang lain (Kemampuan untuk membangun hubungan kerja yang baik dengan cepat, empati, kemampuan menjual, peka terhadap orang dan sifat manusia)
 Nilai-nilai pribadi
– Integritas yang tinggi (bisa menghargai semua orang dan kelompok)
 Motivasi
– Mempunyai banyak energi
– Dorongan yang kuat umtuk memimpin (kekuatan dan prestasi perlu didukung oleh rasa percaya diri)

3. Budaya Organisasi
Menurut Pearce dan Robinson, budaya organisasi adalah sekumpulan asumsi penting (keyakinan dan nilai-nilai) yang mempengaruhi opini dan tindakan dalam suatu perusahaan. Pada dasarnya, keberadaan kebudayaan organisasi berfungsi untuk menguatkan kemampuan organisasi. Bahkan, budaya yang kuat dalam suatu organisasi, disebutkan Peters dan Waterman (1982) sebagai kunci kesuksesan suatu organisasi. Secara internal kelembagaan, fungsi ini dilahirkan melalui proses integrasi seluruh komponen SDM organisasi, khususnya terhadap dua hal mendasar. Pertama, tentang hakikat kerja yang tengah dilakukan organisasi dan kedua, bahwa keberadaan SDM organisasi adalah dalam kerangka ‘keluarga besar atau team yang solid’. Secara eksternal, fungsi ini dimunculkan pada proses adaptasi organisasi terhadap lingkungannya. Proses adaptasi yang produktif akan menghasilkan daya saing organisasi yang signifikan bagi kelangsungan organisasi.
Pada tataran penerapan budaya organisasi, penguatan kemampuan organisasi identik dengan terwujudnya strategi induk organisasi. Karenanya, agar budaya organisasi dapat benar-benar larut dalam seluruh denyut nadi kehidupan organisasi, sangat dibutuhkan peran strategis management puncak dan peran aktif anggota (karyawan).
Maka para manager perusahaan harus menjalankan pengendalian strategis dan kemampuan untuk menyesuaikan strategi, komitmen, dan tujuan sebagai respon terhadap kondisi-kondisi masa depan.Organisasi harus semakin membuat komitmen yang serius untuk menjadi inovatif dan mempertimbangkan untuk membawa proses kewirausahaan dalam perusahaan.

2.4 Implementasi
Merencanakan pekerjaan ke mengerjakan pekerjaan adalah ssuatu yang sulit, jika tidak didukung oleh semua pihak di dalam perusahaan. Oleh karena itu semua pihak harus mempunyai andil di dalam sebuah perusahaan. Karena hal terkecil apapun akan menjadi penting bila sudah berbicara tentang kebutuhan perusahaan dan agar dapat bersaing dengan perusahaan lainya, hal-hal penting yang harus dilakukan dalam implementasi strategi ke dalam sebuah perusahaan:
1. Mengidentifikasi tujuan-tujuan jangka pendek
2. Menginisasi taktik-taktik fungsional yang spesifik
3. Melakukan outsourcing atas fungsi-fungsi yang tidak penting
4. Mengomunikasikan kebijakan yang memberdayakan karyawan dalam organisasi
5. Mendesain penghargaan yang efektif
Implementasi strategi yang baik harus disesuaikan dengan perubahan-perubahan kondisi yang terjadi saat ini. Dan sebuah perusahaan harus melakukan analisa terhadap perubahan yang terjadi agar dapat bertahan dan mampu bersaing dengan perusahaan lain. Dalam menganalisa perubahan maka implementasi dapat di lihat dalam tiga fase :
1. Memastikan apakah perubahan social yang diperlukan sebuah strategi yang diajukan kemudian dilakukannya upaya untuk memperkenalkan perubahan tersebut.
2. Bagaimana memperoleh komitmen perubahan dengan cara yang mengidentifikasikan dasar-dasar yang akan dipakai untuk mengukur kinerja.
3. Bagaimana melakukan implementasi dengan memakai control manajemen yang menyeimbangkan tingkah laku dan keperluan teknis untuk mencapai tujuan spesifik. Hal ini memerlukan penilaian kembali atau adaptasi dari strategi awal terhadap lingkungan permintaan baru.
Setelah menganalisa perubahan dan menetapkan strategi yang tepat yang telah disesuaikan dengan tujuan perusahaan ada lima fase tindakan manajemen yang diperlukan untuk penerapan reformasi atau perubahan, menurut Judson yaitu:
1. Menganalisa dan merencanakan perubahan
2. Mengkomunikasiskan perubahan tersebut. Mengkomunikasikan perubahan strategi dapat dilakuan melalui rapat, memorandum,telepon, surat menyurat elektronik, dan papan pengumuman.
3. Memperoleh penerimaan terhadap perubahan yang diperlukan dalam tingkah laku
4. Membuat transisi awal dari kondisi tetap kepada situasi baru
5. Konsolidasi kondisi baru dan melanjutkan apa yang dapat diikutkan
A. Mengidentifikasi Tujuan Jangka Pendek
Tujuan jangka pendek adalah hasil terukur yang dapat dicapai atau dimaksudkan untuk dicapai dalam waktu satu tahun atau kurang dari satu tahun. Tujuan jangka pendek menerjemahkan aspirasi-aspirasi jangka panjang menjadi target tahun ini untuk dilaksanakan. Tujuan jangka pendek merupakan hasil yang spesifik dan biasanya kuantitatif yang ditetapkan oleh para manajer operasi untuk dicapai dalam waktu dekat. Tujuan-tujuan jangka pendek membantu menerapkan strategi, paling tidak dalam tiga cara:
1. Tujuan jangka pendek “mengoperasionalkan” tujuan jangka panjang karena dapat menambah cakupan dan kekhususan dalam mengidentifikasi apa yang harus diselesaikan guna mencapai tujuan-tujuan jangka panjang. Jika manajemen suatu perusahaan berkomitmen pada peningkatan penjualan sebesar 20 persen dalam kurun waktu lima tahun. Apa target atau tujuan spesifik dalam hal pendapatan tersebut selama setahun, bulan, atau minggu berjalan untuk menunjukkan bahwa mereka membuat kemajuan yang sesuai?
2. Pembahasan mengenai dan kesepakatan atas tujuan-tujuan jangka pendek membantu mengangkat masalah dan konflik potensial dalam suatu organisasi yang biasanya memerlukan koordinasi guna menghindari konsekuensi yang besifat disfungsional.
3. Akhirnya, tujuan-tujuan jangka pendek membantu implementasi strategi dengan mengidentifikasikan hasil-hasil terukur dari rencana tindakan atau aktivitas fungsional yang dapat digunakan untuk membuat umpan balik, koreksi, dan evaluasi menjadi lebih relevan dan dapat diterima.
Tujuan jangka pendek akan lebih konsisten jika secara jelas dapat menyatakan apa yang perlu dicapai, kapan hal tersebut akan dicapai, dan bagaimana pencapaiannya akan diukur. Hal ini berfungsi untuk memantau efektivitas dari setiap aktivitas maupun kemajuan kolektif dari beberapa aktivitas yang saling berkaitan.
Walaupun semua tujuan tahunan penting, tetapi suatu perusahaan perlu untuk menentukan beberapa tujuan untuk lebih diprioritaskan. Karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap keberhasilan suatu strategi. Untuk menetapkan prioritas dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti melakukan pemeringkatan sederhana terhadap tujuan yang dapat didasarkan pada diskusi dan negosiasi selama proses perencanaan.
Antara tujuan jangka pendek dan jangka panjang harus menyerupai penurunan tujuan jangka panjang yang bersifat dasar menjadi tujuan jangka pendek yang spesifik di bidang-bidang operasi kunci. Penurunan tersebut memiliki keunggulan tambahan, yaitu menyediakan referensi yang jelas untuk komunikasi dan negosiasi yang mungkin diperlukan untuk mengintegrasi dan mengoordinasi tujuan dan aktivitas pada tingkat operasi.
Manfaat-manfaat tujuan jangka pendek dan rencana tindakan:
a. Memberikan kepada operasi suatu pemahaman yang lebih baik mengenai peran mereka dalam misi perusahaan.
b. Menyediakan pengembangan dasar yang sah untuk membahas dan mengakomodasi kekhawatiran yang saling bertentangan yang dapat mengganggu efektivitas strategis.
c. Menyediakan dasar bagi kendali strategis dalam hal anggaran.
d. Peran karyawan dan kelompok dalam strategi suatu perusahaan serta terukur, realistis, dan menantang dapat menjadi motivator hebat bagi kinerja manajerial, terutama ketika tujuan dikaitkan dengan penghargaan perusahaan.
B. Menginisiasi Taktik-taktik Fungsional
Taktik fungsional adalah aktivitas-aktivitas penting dan rutin yang harus dilakukan di setiap area fungsional – pemasaran, keuangan, produksi operasi, penelitian dan pengembangan, serta manajemen sumber daya manusia – untuk menghasilkan produk dan jasa dari bisnis tersebut. Taktik-taktik fungsional menerjemahkan strategi bisnis ke dalam aktivitas sehari-hari yang perlu dilaksanakan. Taktik-taktik fungsional mengklarifikasi strategi bisnis, memberikan panduan yang spesifik untuk jangka pendek bagi para manajer operasi dan karyawan dalam bidang pemasaran, operasi, dan keuangan.
 Perbedaan antara Strategi Bisnis dan Taktik Fungsional
Taktik fungsional berbeda dari strategi bisnis dalam tiga hal fundamental:
1. Rentang waktu
Dalam hal ini taktik fungsional mengidentifikasikan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan “saat ini” atau dalam waktu dekat. Strategi bisnis fokus pada postur perusahaan tiga sampai lima tahun ke depan. Rentang waktu yang lebih singkat dari taktik fungsional penting bagi keberhasilan implementasi suatu strategi bisnis karena rentang waktu tersebut memfokuskan pada perhatian para manajer fungsional terhadap apa yang perlu dilakukan saat ini untuk membuat strategi bisnis berhasil dan rentang waktu tersebut memungkinkan para manajer fungsional seperti untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini yang mengalami perubahan.
2. Kekhususan
Taktik fungsional lebih spesifik daripada strategi bisnis. Taktik fungsional mengidentifikasikan aktivitas-aktivitas spesifik yang akan dilakukan pada masing-masing bidang fungsional dan dengan demikian memungkinkan para manajer operasi untuk memikirkan bagaimana unit mereka diharapkan untuk mencapai tujuan-tujuan jangka pendek. Kekhususan dalam taktik fungsional memberikan kontribusi keberhasilan implementasi dengan:
a. Membantu memastikan bahwa para manajer fungsional mengetahui apa yang perlu dilakukan dan dapat berfokus pada pencapaian hasil.
b. Mengklarifikasikan bagaimana para manajer fungsional bermaksud untuk melaksanakan srategi bisnis, sehingga meningkatkan keyakinan dan pengetahuan mereka pada kendali atas strategi bisnis.
c. Memfasilitasi koordinasi di antara unit-unit operasi dalam perusahaan dengan mengklarifikasi bidang-bidang yang saling bergantung dan konflik potensial.

3. Peserta
Peserta adalah orang-orang yang berbeda yang berpartisipasi dalam pengembangan strategi pada tingkat fungsional dan bisnis. Manajer umum biasanya mendelegasikan pengembangan taktik fungsional kepada bawahannya yang bertanggung jawab menjalankan bidang-bidang operasi dari bisnis tersebut. Para manajer operasi tersebut harus menetapkan tujuan-tujuan jangka pendek maupun jangka panjang serta strategi operasi yang memberikan kontribusi pada tujuan tingkat bisnis. Melibatkan para manajer operasi dalam pengembangan taktik fungsional meningkatkan pemahaman mereka mengenai apa yang harus dilakuakn untuk mencapai tujuan jangka panjang dan memberikan kontribusi pada implementasi yang berhasil. Hal ini membantu meyakinkan bahwa taktik fungsional mencerminkan realitas situasi operasi sehari-hari dan dapat meningkatkan komitmen dari para manajer operasi terhadap strategi yang dikembangkan.
C. Melakukan Outsourcing
Cara terbaik untuk menerapkan strateginya adalah dengan mempertahankan tanggung jawab untuk melaksanakan beberapa fungsi sementara mencari orang dan perusahaan luar untuk melakukan aktivitas-aktivitas pendukung dan aktivitas-aktivitas utama yang penting jika orang atau perusahaan luar tersebut dapat melakukannya secara lebih efektif dan murah. Jadi, outsourcing adalah memperoleh suatu aktivitas, jasa, produk yang dibutuhkan untuk menyediakan produk atau jasa suatu perusahaan dari orang atau operassi “luar” yang dikendalikan oleh perusahaan tersebut.
Saat ini banyak wirausahawan baik di dalam maupun di luar yang beralih menggunakan bantuan tenaga kerja dari luar (outsourcing). Dan diprediksi bisnis-bisnis kecil akan terus beralih ke pihak luar bahkan ketika perekonomian menguat. Alasannya bisnis-bisnis kecil tersebut juga terus-menerus menghadapi tekanan untuk mengurangi harga sama seperti bisnis-bisnis yang lebih besar. Dan dengan menggunakan outsourcing perusahaan lebih menghemat biaya produksi tersebut.
Melakukan outsourcing atas fungsi-fungsi tidak penting yang tadinya dilakukan sendiri membebaskan sumber daya dan waktu dari karyawan-karyawan kunci untuk berkonsentrasi pada peningkatan fungsi dan aktivitas penting bagi keunggulan kompetitif utama yang menjadi dasar pembangunan strategi jangka panjang perusahaan. Dibalik manfaat yang diberikan outsourcing, outsourcing memiliki kelemahan seperti penundaan dan kegagalan dalam produksi.
D. Mengomunikasikan Kebijakan
Kebijakan merupakan alat pemberdayaan yang menyederhanakan proses pengambilan keputusan dengan cara memberdayakan manajer operasi beserta bawahannya. Kebijakan dibuat untuk mengarahkan, mengendalikan, membuat keputusan dan tindakan operasional.
E. Penghargaan
Penghargaan menyelaraskan prioritas manajer dan karyawan dengan tujuan organisasi dan nilai pemegang saham merupakan arahan yang sangat efektif dalam implementasi strategi.

2.5 Tantangan dalam Implementasi Strategi
Tantangan kepada manajemen perubahan strategis dalam setiap organisasi atau komunitas akan dihadapi tiap-tiap langkah proses perencanaan strategis. Jika tantangan berhasil dihadapi, perencanaan strategis mungkin berhasil diimplementasikan. Empat tantangan dalam perencanaan strategis :
a. Masalah manusia adalah manajemen perhatian dan komitmen. Perhatian orang-orang kunci harus difokuskan pada isu, keputusan, konfik, dan preferensi kebijakan dalam proses dan hierarki organisasi.
b. Masalah proses adalah manajemen ide strategis menjadi good currency.
c. Masalah structural adalah manajemen hubungan bagian dan keseluruhan. Lingkungan internal dan eksternal harus menjadi kaitan yang menguntungkan.
d. Masalah institusional adalah pelaksanaan kepemimpinan transformative.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: