FORMULASI STRATEGI (MENENTUKAN VISI & MISI)

A. Visi
Visi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan merupakan suatu cita-cita tentang keadaan di masa datang yang diinginkan untuk terwujud oleh seluruh personel perusahaan, mulai dari jenjang yang paling atas sampai yang paling bawah, bahkan pesuruh sekalipun. Cita-cita masa depan yang ada dalam benak pendiri yang kira-kira mewakili seluruh anggota perusahaan inilah yang disebut Visi .
Pernyataan visi perlu diekspresikan dengan baik agar mampu menjadi tema yang mempersatukan semua unit dalam organisasi, menjadi media komunikasi dan motivasi semua pihak, serta sebagai sumber kreativitas dan inovasi organisasi. Kriteria-kriteria pembuatan visi meliputi :
1. Visi bukanlah fakta, tetapi gambaran pandangan ideal masa depan yang ingin diwujudkan.
2. Visi dapat memberikan arahan mendorong anggota organisasi untuk menunjukkan kinerja yang baik.
3. Dapat menimbulkan inspirasi dan siap menghadapi tantangan.
4. Gambaran yang realistik dan kredibel dengan masa depan yang menarik.
5. Sifatnya tidak statis dan tidak untuk selamanya.
Bila dikaitkan dengan teori piramida kebutuhan manusia oleh Maslow, maka visi adalah suatu perwujudan fase aktualisasi diri yang berada di puncak piramida. Piramida tersebut dimulai dari pemenuhan kebutuhan paling bawah sampai ke atasnya, yaitu kebutuhan fisik, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosialisasi, kebutuhan berprestasi kemudian baru kebutuhan aktualisasi diri.

Gambar Letak Visi dalam Pemenuhan Kebutuhan Manusia

B. MISI
Setelah kita selesai membuat visi, maka langkah selanjutnya adalah membuat misi. Misi adalah penjabaran secara tertulis mengenai visi, agar visi menjadi mudah dimengerti atau jelas bagi seluruh staf perusahaan .
Pernyataan dalam misi lebih tajam dan lebih detail dibandingkan visi, karena dalam pernyataan misi terkandung definisi yang jelas mencakup harapan seluruh pemangku kepentingan atas kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Para pemangku kepentingan yang membuat misi berusaha menyediakan maksud yang akan dijadikan landasan bagi penetapan tujuan serta pengambilan keputusan strategis yang bisa menyatukan seluruh komponen perusahaan. Dengan kata lain, misi merupakan pernyataan, bukan mengenai target yang dapat diukur melainkan mengenai sikap, pandangan dan orientasi .
Kriteria pembuatan misi meliputi :
1. Penjelasan tentang bisnis/produk atau layanan yang ditawarkan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
2. Harus jelas memiliki sasaran publik yang akan dilayani.
3. Kualitas produk dan pelayanan yang ditawarkan memiliki daya saing yang meyakinkan masyarakat.
4. Penjelasan aspirasi bisnis yang diinginkan pada masa datang juga manfaat dan keuntungan bagi masyarakat dengan produk dan pelayanan yang tersedia.
Pernyataan misi harus :
1. Menunjukkan secara jelas mengenai apa yang hendak dicapai oleh organisasi dan bidang kegiatan utama dari organisasi yang bersangkutan.
2. Secara eksplisit mengandung apa yang harus dilakukan untuk mencapainya.
3. Mengandung partisipasi masyarakat luas terhadap perkembangan bidang utama yang digeluti organisasi tersebut.

Pentingnya membuat misi :
 Membantu untuk lebih menfokuskan usaha pencapaian tujuan.
 Membantu mencegah terjadinya konflik organisasi.
 Memberikan dasar bagi pengalokasian sumber daya.
 Menetapkan kerangka tanggung jawab dalam perusahaan.
 Sebagai dasar bagi pengembangan tujuan organisasi

Dalam membuat dan melaksanakan pernyataan misi, setidaknya ada enam poin aturan yang harus diperhatikan :
1. Jagalah agar pernyataan tetap sederhana, tidak harus pendek tetapi sederhana.
2. Memungkinkan masukan dari seluruh SDM (kru) perusahaan.
3. Orang luar bisa mendatangkan kejelasan dan perspektif yang segar ke dalam proses penulisan pernyataan misi.
4. Susunan kata-kata seharusnya mencerminkan kepribadian perusahaan atau ingin menjadi apa perusahaan ini
5. Berbagilah cara pernyataan misi secara kreatif sebanyak mungkin. Jagalah agar pernyataan misi berada di hadapan setiap orang.
6. Mengandalkan pernyataan misi sebagai bimbingan. Tantanglah pernyataan misi terus menerus dan nilailah karyawan dengan sebaik apa mereka mematuhi prinsip-prinsipnya. Manajemen harus mengatakan dan menghayatinya.

C. Kendala Visi dan Misi
Menurut Stacey, ada beberapa konsekuensi buruk dari visi, yakni :
1) Nasihat atau pesan dalam visi tidaklah cukup kongkrit untuk dipakai atau mungkin untuk dipakai bila situasi masa depan tidak diketahui.
2) Visi dapat mengikat manajer terlalu ketat pada satu arah saja. Bila kita meminta manajer agar dapat mengubah pandangan umum masa depannya tanpa ada penjelasan lain, justru membuat mereka bertahan dengan apa ynag mereka telah tahu pasti cara mengerjakannya.
3) Permintaan untuk membuat visi menyebabkan adanya beban yang amat berat yang haurs dipikul oleh seorang pemimpin. Filosofi yang digerakan oleh visi makin melestarikan mitos bahwa ternyata organisasi harus menyandarkan pada satu atau duia orang berbakat untuk memutuskan apa yang harus dilakukan, sedangkan ynag lain dengan cara antusias mengikutinya.
4) Visi mengalihkan perhatian orang ( organisasi ) dari apa yang betul-betul sedang asik dilakukan seseorang saat mereka secara sukses menangani masa depan yang serba tidak jelas yang merupakan interaksi belajar dengan aspek politik.

Beberapa kendala dalam menjalankan misi yang telah dirancang, yakni:
a) Misi yang tidak disepakati oleh semua pihak ini akan sulit digunakan untuk menangani perubahan dan mencapai consensus. Karena pernyataan misi seringkali didorong oleh kepentingan suatu kelompok dan terpaksa harus diterima oleh seluruh jajaran organisasi menjadikan misi tersebut kurang didukung oleh seluruh jajaran organisasi.
b) Misi terlalu umum atau samar-samar sehingga sulit untuk mengarahkan strategi.
c) Misi terlalu khusus sehingga perlu banyak perubahan setiap tahun.
d) Organisasi terjebak pada daftra keinginan atau pernyataan yang terlalu keibuan sehingga masukanny amenjadi kurang tepat.
e) Misi terlalu berhati-hati sehingga sifat dan dampak (pesan) yang disampaikannya hilang seperti terjebak dengan aturan hukum atau aturan resmi.
f) Penyusunan misi yang terlalu lama membuat perencanaan strategic yang telah dirancang jadi kehilangan momentum.
g) Pernyataan misi didorong oleh kepentingan sempit kelompok tapi terpaksa harus diterima seluruh jajaran organisasi.
h) meskipun misi merupakan misi yang ideal tetapi kadang sulit dicapai karena terlalu :
• Bombastis
• Terlalu melayani kepentingan politik
• Ada ancaman politik kepada organisasi
• Organisasi terlalu kecil
i) Misi kurang didukung oleh para manejer dan pegawai di dalam organisasi yang disebabkan oleh beberapa elemen berikut :
• Kedala sistem
• Kendala personil
• Kendala pendidikan
• Kendala pembudayaan belum ada
• Kendala politis

D. Hubungan Visi dengan Misi
Visi berada di atas misi. Maka dari itu, visi yang lebih abstrak harus dijabarkan dalam misi agar dapat segera dikerjakan. Secara kasar, dapat dikatakan bahwa visi dibuat oleh manager puncak (top manager). Visi yang telah dibuat oleh manager puncak kemudian dijabarkan dalam misi yang harus dilakukan oleh manager tingkat menengah (middle manager). Bila dilihat dalam kacamata manajer tingkat bawah (low manager), maka misi yang harus dijalankan oleh manajer tingkat menengah menjadi visi bagi manajer tingkat bawah yang perlu dijabarkan kembali dalam misi yang harus dibebankan pada manajer tingkat bawah. Dengan begitu berarti terjadi estafet garis komando secara berturut-turut yang seterusnya diterjemahkan kebawah hingga bermuara pada rencana tindak yang sifatnya operasional.

E. Contoh Visi dan Misi

Visi dan Misi fakultas Syariah dan Hukum
Visi :
Mewujudkan fakultas syariah dan hukum ( FSH ) yang unggul, handal, dan terdepan dalm pengkajian, pengembangan, pengintergrasian dan penerapan ilmu syariah, ekonomi islam dan hukum yang berorientasi pada nilai-nilai keislaman, kemanusian, dan keindonesiaan.

Misi :
1. Melaksanakan pengajaran, dan pendidikan yang intergartif dalam ilmu syariah ekonomi islam,dan hukum baik yang bersifat rtoeritis maupun terapan.
2. Mengembangkan dan menerapkan ilmu syariah, ekonomi islam dan hukum yang berbasis terapan dan penelitian ( research base university )
3. Memberikan landasan akhlak dan moral terhadap pengkajian, pengembangan dan aplikasi ilmu-ilmu syariah, hukum dan ekonomi islam di masyarakat.
4. Mengembangkan dan membina kehidupan masyarakat kampus ( civitas akademika ) yang menjunjung tinggi profesionalitas, kebenaran, keterbukaan, kritisme, inovasi,kreatifitaas, sensitifitas dan tanggap terhadap gerak perubahan sosial, baik dalam skala local, nasional maupun global.
5. Menyelenggarakan manajemen modern perguruan tinggi yang berorientasi pada mutu, profesionalisme, dan keterbukaan serta memiliki daya saing yang tinggi dan kuat.
6. Memupuk dan menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dengan lembaga-lembaga pemerintah atau non pemerintah, perguruan tinggi, industri dan lain-lain, baik dalam maupun luar negeri.
7. Memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap upaya implementasi syariah islam dalam konteks kemanusian, keindonesian dan kemodernan.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: