BANK SEBAGAI LEMBAGA KEUANGAN DI INDONESIA

1. UANG
Definisi
Dari sudut pandang ekonom, uang ( money ) merupakan stok aset – aset yang digunakan untuk transaksi. Uang adalah sesuatu yang diterima / dipercaya masyarakat sebagai alat pembayaran atau transaksi.kerena itu uang dapat berbentuk apa saja, tetapi tidak berarti segala sesuatu itu adalah uang.
Uang Fiat ( Fiat Money atau Token Money )
Uang Fiat adalah komoditas yang diterima sebagai uang, namun nilai nominalnya jauh lebih besar dari nilai komoditas itu sendiri.
Uang Komoditas ( Comodity Money )
Uang Komoditas adalah uang yang nilainya sebesar nilai komoditas itu sendiri.
Uang Hampir Likuid Sempurna ( Near Money )
Salah satu syarat suatu asset dapat digunakan sebagai uang adalah likuiditasnya. Uang fiat dan uang komoditas adalah uang yang likuid sempurna, sehingga untuk dapat digunakan tidak perlu ditukarkan atau dicairkan terlebih dahulu. Selain kedua jenis uang tersebut ada juga asset financial yang berfungsi sebagai uang namun untuk menggunakannya harus ditukarkan / ditukarkan terlebih dahulu. Misalnya, uang dalam bentuk cek (demand deposit)dapat diterima sebagai alat pembayaran.
Fungsi Uang
Empat fungsi uang yaitu :
a) Satuan Hitung ( Unit of Account )
Maksudnya uang dapat memberikan harga suatu komoditas berdasarkan satu ukuran umum, sehingga syarat terpenuhinya double coincidence of wants ( kehendak ganda yang selaras ) tidak diperlukan lagi.

2
b) Alat Transaksi ( Medium of Exchange )
Untuk dapat berfungsi sebagai alat tukar, uang harus diterima / mendapat jaminan kepercayaan. Jaminan kepercayaan itu diberikan oleh pemerintah berdasarkan undang – undang atau keputusan yang berkekuatan hukum.
c) Penyimpanan Nilai ( Store of Value )
Fungsi uang sebagai penyimpanan nilai dikaitkan dengan kemampuan uang menyimpan hasil transaksi atau pemberian yang meningkatkan daya beli, sehingga semua transaksi tidak perlu dihabiskan saat itu juga.
d) Standar Pembayaran Di Masa Mendatang ( Standard of Deferred Payment )
Pembayaran untuk masa mendatang dimungkinkan karena uang memiliki fungsi standar pembayaran dimasa mendatang. Dengan funsi tersebut beberapa balas jasa atau pembayaran dimasa mendatang menjadi lebih mudah dihitung , karena diukur dengan daya beli ( purchasing power ), dibanding bila diukur dengan nilai komoditas tertentu.

Permintaan Uang
Teori yang menjelaskan permintaan uang dibedakan menjadi :
a) Teori Permintaan Uang Klasik
Menurut pandangan ekonom Klasik, fungsi uang hanyalah sebagai alat tukar. Karenanya jumlah uang yang diminta berbanding proporsional dengan tingkat output atau pendapatan. Bila tingkta output meningkat, maka permintaan uang meningkat, begitu juga sebaliknya.jumlah uang yang dipegang oleh masyarakat bukanlah semata – mata nilai nominalnya, tetapi juga daya belinya, yaitu nilai nominal dibandingkan dengan tingkat harga (real money balances).
Karena hanya berfungsi sebagai alat tukar, maka uang bersifat netral (money netrality), dalam arti uang hanya mempengaruhi tingkat harga. Pendapat tersebut dinyatakan dalam persamaan kuantitas uang Klasik (Classical quantity of money), dikemukakan oleh Irving Fisher.
M x V = P x T atau MV = PT
Keterangan :
M = jumlah uang yang beredar
V = velositas uang
P = tingkat harga umum
T = jumlah unit transaksi

b) Teori Permintaan Uang Keynesian
Menurut teori Keynes ada tiga motivasi orang memegang uang, yaitu :
Motivasi Beberapa Karakteristik
Motivasi Transaksi
( Transaction Motive )

Motivasi Bejaga – jaga
( Precautionary Motive )

Motivasi Mendapatkan Keuntungan
( Speculation Motive )
- Untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari
- Sebagai alat tukar
- Berhubungan positif dengan pendapatan
- Berhubungan negatif dengan perkiraan inflasi

- Untuk menghadapi kondisi darurat / tak terduga
- Sebagai alat tukar
- Sebagai penyimpan nilai
- Berhubungan positif dengan pendapatan
- Berhubungan negatif dengan perkiraan inflasi

- Sebagai penyimpan nilai
- Sebagai salah satu bentuk aset
- Berhubungan negatif dengan tingkat bunga
- Berhubungan negatif dengan perkiraan inflasi

Ada beberapa hal yang mempengaruhi permintaan uang, diantaranya :
• Pendapatan riil. Semakin tinggi pendapatan, permintaan akan uang akan semakin besar. Ini karena konsumsi dan tabungan akan bertambah seiring dengan meningkatnya pendapatan.
• Tingkat suku bunga. Semakin tinggi suku bunga, permintan uang untuk motif spekulasi akan berkurang. Tingginya suku bunga akan membuat biaya pinjaman uang untuk berspekulasi bertambah mahal. Selain itu, jika tingkat suku bunga tinggi, orang akan lebih baik menabung di bank dengan jaminan suku bunga yang ada daripada berspekulasi.
• Tingkat harga umum. Semakin tinggi tingkat harga umum, permintaan akan uang akan semakin bertambah. Ini karena harga barang/jasa bertambah mahal, sehingga dibutuhkan lebih banyak uang untuk membelinya.
• Pengeluaran konsumen. Misalnya saja pengeluaran konsumen pada bulan-bulan menjelang Natal, puasa, atau Hari Raya lainnya akan bertambah. Akibatnya, permintaan uang juga akan bertambah.

2. LEMBAGA KEUANGAN
Lembaga Keuangan adalah lembaga yang kegiatan utamanya menghimpun dan menyalurkan dana, dengan motif mendapatkan keuntungan. Porsi terbesar asetnya merupakan aset finansial.
Fungsi lembaga keuangan adalah :
- Sebagai perantara pihak – pihak yang membutuhkan uang – modal ( pemakai dana ) dengan pihak – pihak yang memilikinya ( pemilik dana ).
- Meningkatkan efisiensi pasar uang – modal.
Lembaga keuangan yang dalam menjalankan fungsi intermediasinya diizinkan menghimpun dan menyalurkan dana dalam bentuk tabungan disebut lembaga keuangan depositori ( depository financial instituion ). Lembaga yang masuk dalam kategori ini adalah perbankan.
Lembaga keuangan yang dalam menjalankan usahanya tidak diizinkan menghimpun dana dalam bentuk tabungan disebut lembaga keuangan non depositori (nondepository financial institution), yang juga disebut sebagai Lembaga Keuangan Bukan Bank ( LKBB ).
2.1 Lembaga Keuangan Perbankan
Bank didefinisikan sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk – bentuk lainnya.

5
Bank diklasifikasikan menjadi 2 kelompok yaitu :
a) Bank Umum
Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasar prinsip syariah, yang dalam kegiatannya memberi jasa dalam lalu lintas pembayaran. Kegiata usaha bank umum antara lain :
- Mengimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan / atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu,
- Memberikan kredit,
- Menerbitkan surat pengakuan utang,
- Membeli, menjual atau menjamin atas resiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya,
- Kegitan – kegiatan lain yang lazim dilakukan dilakukan bank sepanjang tidak bertentangan dengan undang – undang dan peraturan yang berlaku.
Kegiatan usaha yang tidak boleh dilakukan oleh bank umum adalah :
- Melakukan penyertaan modal, kecuali dalam hal tertentu seperti yang diatur dalm undang – undang,
- Melakukan usaha perasuransian,
- Melakukan usaha lain seperti yang diatur undang – undang.
b) Bank Perkreditan Rakyat ( BPR )
BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah, yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalulintas pembayaran. Jadi BPR adalah benk yang menerima simpanan dalam bentuk deposito berjanka, tabungan dan atu bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu.
Kegiatan – kegiatan usaha yang diperbolehkan dilakukan oleh BPR menurut undang – undang adalah :
- menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan,
- memberikan kredit,
- menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil,
- menempatkan dananya dalam bentuk SBI, deposito dan / atau tabungan pada bank lain.
Kegiatan usaha yang tidak diperkenankan dilakukan oleh BPR di antaranya adalah :
- menerima simpanan dalam bentuk giro,
- melakukan penyertaan modal,
- melakukan usaha perasuransian,
- melakukan usaha lain di luar kegiatan usaha tersebut di atas.

2.2 Bank Sentral
Fungsi utama paling mendasar dari sebuah bank sentral suatu negara adalah mengatur jumlah uang beredar dalam perekonomian. Tetapi dalam praktiknya, bank sentral menjalankan banyak fungsi mulai dari penenangan penyelesaian giro ( clearing and collecting check ) sampai kepada pemberian izin, pembinaan dan pengawasan perbankan.
Secara umum, ada beberapa fungsi utama bank sentral dalam dunia nyata :
- Agen Fiskal Pemerintah
- Banknya Bank
- Menentukan Kebijakan Moneter
- Pengawasan, Evaluasi dan Pembinaan Perbankan
- Penanganan Transaksi Giro
- Riset – Riset Ekonomi
Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia.

2.3 Lembaga Keuangan Bukan Bank
Sebagai lembaga keuangan yang tidak diizinkan menghimpun dana dalam bentuk tabungan, maka kegiatan penghimpunan dana yang dilakukan LKBB adalah mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkannya untuk membiayai kegiatan investasi dan atau konsumsi individu – perusahaan. Beberapa LKBB yang umumnya terdapat di dalam suatu perekonomian adalah :
7

- Perusahaan Asuransi
Produk jasa yang ditawarkan adalah perlindungan finansial untuk menghadapi berbagai hal yang kurang menguntungkan, misalnya kecelakaan, sakit keras bahkan kematian.
- Lembaga Dana Pensiun
Produk jasa yang ditawarkan adalah persiapan dana pensiun.
- Perusahaan Investasi
Produk yang ditawarkan adalah diversifikasi, yakni peningkatan kemampuan membeli atau memiliki berbagai jenis atau tipe aset finansial.
- Perusahaan Pembiayaan
Kegiatan – kegiatan usaha yang termasuk dalam lingkup perusahaan pembiayaan adalah sewa guna ( leasing ), modal ventura ( capital venture ), anjak piutang ( factoring ), pembiayaan konsumen ( consumer finance ), kartu kredit (credit card ) dan perdagangan surat – surat berharga. Dalam perkembangan selanjutnya, usaha penjualan surat berharga ( tahun 1989 ) dan modal ventura ( 1995 ) dikeluarkan dalam ruang lingkup perusahaan pembiayaan.
- Pegadaian
Pegadaian merupakan lembaga perkreditan berdasarkan hukum gadai. Lembaga pegadaian pada prinsipnya memberi bantuan keuangan dengan jaminan aset meminjam, yang diserahkan kepada lembaga pegadaian. Aset tersebut akan dikembalikan bila peminjam telah melunasi utang berikut bunganya.

2.4 Lembaga Keuangan Informal
Lembaga keuangan informal adalah lembaga yang menjalankan fungsi lembaga keuangan namun tidak berlandaskan kekuatan hukum. Di Indonesia lembaga – lembaga ini terutama berkembang di pedesaan atau masyarakat kelompok bawah. Umumnya proses dan perjanjian pemijaman amat cepat, sederhana dan berdasarkan perjanjian lisan atau tertulis yang sederhana.
Bentuk – bentuk usaha lembaga keuangan informal yang ada di Indonesia antara lain riba dan ijon. Usaha riba adalah usaha memberi pinjaman dengan mengenakan bunga yang sangat tinggi, sehingga sering disebut sebagai lintah darat atau rentenir. Sedangkan praktik ijin terjadi dikalangan petani, dimana pemodal memberikan dana kepada petani, dengan syarat hasilnya nantinya harus dijual kepada pemodal. Namun seringkali harga jual hasil petani sangat rendah dibanding harga pasar yang berlaku.

3. PENAWARAN UANG
Penawaran uang/MS adalah jumlah keseluruhan uang yang diedarkan bank pada waktu tertentu di sebuah ekonomi. Defini MS dapat dilihat sebagai berikut :
• M0, yaitu definisi MS secara sempit. M0 hanya terdiri dari uang kartal, yaitu uang kertas dan logam yang kita pegang sehari-hari.
• M1, yaitu M0 ditambah dengan demand deposit (dd). Dd adalah tabungan yang kita miliki di bank, yang dapat dicairkan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan. M1 ini merupakan perhitungan JUB yang sangat likuid.
• M2, yaitu M1 ditambah dengan time deposit (td). Td adalah tabunga, deposito, dan sejenisnya, yang memiliki waktu jatuh tempo atau tidak dapat dicairkan sewaktu-waktu dibutuhkan.
• M3, yaitu M2 ditambah dengan deposito jangka panjang, Ini meliputi dana-dana institusional yang ada dipasar uang.
Uang logam dan kertas hanya dapat dicetak oleh bank sentral, misalnya Bank Indonesia di Indonesia. Dalam jangka pendek, MS adalah konstan. Dalam perekonomian, uang dalam bentuk logam dan kertas hanya boleh dicetak oleh bank sentral. Namun bank umum juga dapat “mencetak” uang secara tidak langsung, seperti yang disebutkan diatas, melalui dd, td, dan deposito jangka panjang. Oleh sebab itu, bank sentral juga mengelola MS melalui berbagai kebijakan moneter yang akan menstimulasi bank-bank umum untuk bertindak sesuai arah yang diinginkan.

9
PEMBAHASAN

1. SEJARAH PERBANKAN INDONESIA
Sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan Hindia Belanda. Pada masa itu terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia Belanda. Bank-bank yang ada itu antara lain:
1. De Javasce NV.
2. De Post Poar Bank.
3. Hulp en Spaar Bank.
4. De Algemenevolks Crediet Bank.
5. Nederland Handles Maatscappi (NHM).
6. Nationale Handles Bank (NHB).
7. De Escompto Bank NV.
Di samping itu, terdapat pula bank-bank milik orang Indonesia dan orang-orang asing seperti dari Tiongkok, Jepang, dan Eropa. Bank-bank tersebut antara lain:
1. Bank Nasional indonesia.
2. Bank Abuan Saudagar.
3. NV Bank Boemi.
4. The Chartered Bank of India.
5. The Yokohama Species Bank.
6. The Matsui Bank.
7. The Bank of China.
8. Batavia Bank.
Di zaman kemerdekaan, perbankan di Indonesia bertambah maju dan berkembang lagi. Beberapa bank Belanda dinasionalisir oleh pemerintah Indonesia. Bank-bank yang ada di zaman awal kemerdekaan antara lain:
1. Bank Negara Indonesia, yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 yang sekarang dikenal dengan BNI ’46.
2. Bank Rakyat Indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. Bank ini berasal dari De Algemenevolks Crediet Bank atau Syomin Ginko.
3. Bank Surakarta Maskapai Adil Makmur (MAI) tahun 1945 di Solo.
4. Bank Indonesia di Palembang tahun 1946.
5. Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1946 di Medan.
6. Indonesian Banking Corporation tahun 1947 di Yogyakarta, kemudian menjadi Bank Amerta.
7. NV Bank Sulawesi di Manado tahun 1946.
8. Bank Dagang Indonesia NV di Samarinda tahun 1950 kemudian merger dengan Bank Pasifik.
9. Bank Timur NV di Semarang berganti nama menjadi Bank Gemari. Kemudian merger dengan Bank Central Asia (BCA) tahun 1949.

2. SEJARAH BANK PEMERINTAH
Seperti diketahu bahwa Indonesia mengenal dunia perbankan dari bekas penjajahnya, yaitu Belanda. Oleh karena itu, sejarah perbankanpun tidak lepas dari pengaruh negara yang menjajahnya baik untuk bank pemerintah maupun bank swasta nasional. Berikut ini akan dijelaskan secara singkat sejarah bank-bank milik pemerintah, yaitu:
• Bank Sentral
Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI) berdasarkan UU No 13 Tahun 1968. Kemudian ditegaskan lagi dnegan UU No 23 Tahun 1999.Bank ini sebelumnya berasal dari De Javasche Bank yang di nasionalkan di tahun 1951.
• Bank Rakyat Indonesia dan Bank Expor Impor
Bank ini berasal dari De Algemene Volkscrediet Bank, kemudian di lebur setelah menjadi bank tunggal dengan nama Bank Nasional Indonesia (BNI) Unit II yang bergerak di bidang rural dan expor impor (exim), dipisahkan lagi menjadi:
1. Yang membidangi rural menjadi Bank Rakyat Indonesia dengan UU No 21 Tahun 1968.
2. Yang membidangi Exim dengan UU No 22 Tahun 1968 menjadi Bank Expor Impor Indonesia.
• Bank Negara Indonesia (BNI ’46)
Bank ini menjalani BNI Unit III dengan UU No 17 Tahun 1968 berubah menjadi Bank Negara Indonesia ’46.
• Bank Dagang Negara (BDN)
BDN berasal dari Escompto Bank yang di nasionalisasikan dengan PP No 13 Tahun 1960, namun PP (Peraturan Pemerintah) ini dicabut dengan diganti dengan UU No 18 Tahun 1968 menjadi Bank Dagang Negara. BDN merupakan satu-satunya Bank Pemerintah yang berada diluar Bank Negara Indonesia Unit.Selanjutnya Bank Dagang Negara bergabung menjadi Bank Mandiri tahun 1999.
• Bank Bumi Daya (BBD)
BBD semula berasal dari Nederlandsch Indische Hendles Bank, kemudian menjadi Nationale Hendles Bank, selanjutnya bank ini menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV dan berdasarkan UU No 19 Tahun 1968 menjadi Bank Bumi Daya. Tahun 1999 bank ini bergabung menjadi bank Mandiri.
• Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo)
BAPINDO didirikan dengan UU No. 21 Tahun 1960 yang merupakan kelanjutan dari Bank Industri Negara ( BIN ) tahun 1951. Selanjutnya BAPINDO bergabung menjadi Bank Mandiri tahun 1999.
• Bank Pembangunan Daerah (BPD)
Bank ini didirikan di daerah-daerah tingkat I. Dasar hukumnya adalah UU No 13 Tahun 1962.
• Bank Tabungan Negara (BTN)
BTN berasal dari De Post Paar Bank yang kemudian menjadi Bank Tabungan Pos tahun 1950. Selanjutnya menjadi Bank Negara Indonesia Unit V dan terakhir menjadi Bank Tabungan Negara dengan UU No 20 Tahun 1968.
• Bank Mandiri
Bank Mandiri merupakan hasil merger antara Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dan Bank Expor Impor Indonesia (Ban Exim). Hasil merger keempat bank ini dilaksanakan pada tahun 1999.

12
3. SEJARAH SINGKAT BANK PERKREDITAN RAKYAT ( BPR )
Berawal dari keinginan untuk membantu para petani, pegawai, dan buruh untukmelepaskan diri dari jerat pelepas uang (rentenir) yang memberikan kredit dengan bunga tinggi, lembaga perkreditan rakyat mulai didirikan. Sekilas dapat dipaparkan runtutan sejarah BPR:

13
4. SEJARAH BANK SYARIAH
Di Indonesia pelopor perbankan syariah adalah Bank Muamalat Indonesiayang akte pendiriannya ditandatangani pada tanggal 1 November 1991 dan mulai beroperasi pada 1 Mei 1992. Bank ini diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah serta dukungan dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha muslim. Bank ini sempat terimbas oleh krisis moneter pada akhir tahun 90-an sehingga ekuitasnya hanya tersisa sepertiga dari modal awal. IDB kemudian memberikan suntikan dana kepada bank ini dan pada periode 1999-2002 dapat bangkit dan menghasilkan laba. [1].Saat ini keberadaan bank syariah di Indonesia telah di atur dalam Undang-undang yaitu UU No. 10 tahun 1998 tentang Perubahan UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan.
Hingga tahun 2007 terdapat 3 institusi bank syariah di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri dan Bank Mega Syariah. Sementara itu bank umum yang telah memiliki unit usaha syariah adalah 19 bank diantaranya merupakan bank besar seperti Bank Negara Indonesia (Persero) dan Bank Rakyat Indonesia (Persero).
Pionir perbankan syariah yang lain adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dana Mardhatillah dan BPR Berkah Amal Sejahtera yang didirikan pada tahun 1991 di Bandung, yang diprakarsai oleh Institute for Sharia Economic Development (ISED).
Sistem syariah juga telah digunakan oleh Bank Perkreditan Rakyat, saat ini telah berkembang 104 BPR Syariah.

5. PERANAN BANK DI INDONESIA
Peranan Perbankan dalam Perekonomian Nasional, menghadapi krisis kepercayaan, upaya yang ditempuh oleh Pemerintah dan Bank Indonesia pada waktu itu adalah bagaimana menata kembali kinerja perbankan nasional melalui berbagai upaya restrukturisasi dan penyehatan.
Posisi perbankan sendiri di dalam perekonomian bangsa sangatlah strategis. Kontribusi perbankan dalam industri keuangan juga sangat signifikan. Dari data yang ada pada kami total aset perbankan nasional mencapai Rp.1.142 T atau 90 % dari seluruh asset industri keuangan, diluar pasar modal (saham dan obligasi). Total asset perusahaan pembiayaan masih sekitar Rp47,2 T, omzet Perum Pegadaian baru mencapai Rp.8.8 T, sedangkan portfolio reksadana walaupun berkembang pesat juga baru sekitar Rp.69.5 T.
Pentingnya peranan bank dalam perekonomian dan besarnya tingkat kepercayaan masyarakat yang harus dijaga dalam industri ini menyebabkan perbankan menjadi industri yang paling banyak dan ketat diatur (heavily regulated). Setiap ketentuan yang dibuat di industri perbankan pada akhirnya akan bermuara pada satu tujuan, yakni menghasilkan sistem perbankan yang sehat, kuat dan stabil. Dengan demikian bank dapat menjalankan fungsi financial intermediary dengan optimal.

6. LAJU PERTUMBUHAN BANK KONVENSIONAL DAN BANK SYARIAH DI INDONESIA
Pada tahun 2008 pertumbuhan perbankan Syariah lebih baik dibandingkan perbankan konvensional. Pada tahun 2008, pertumbuhan perbankan syariah mecapai 36 persen, sedang perbankan konvensional hanya 20 persen.
Dari total asset, Perbankan syariah mampu mencapai hampir lebih dari Rp 50 triliun. BPR Syariah ini terus tumbuh, tiap bulan ada 1 BPR syariah berdiri. BPR Syariah pertumbuhannya sebesar 4 persen dibandingkan BPR konvensional
Di berbagai negara, perbankan syariah terus lahir dan berkembang. Hal itu tidak saja terjadi di negara dengan penduduk mayoritas Muslim, tapi juga minoritas Muslim. Di antaranya seperti Inggris, AS, Rusia, Swiss, Thailand, dan Afrika Selatan. Salah satu pemicu tumbuhnya industri perbankan syariah di sejumlah negara tersebut dipicu oleh keyakinan bahwa sistem perbankan syariah lebih adil bagi masyarakat. Hal tersebut mendorong pesatnya perkembangan bisnis perbankan syariah global.
Meskipun tidak sebaik negara – negara lain yang telah memiliki bank syariah, namun saat ini pertumbuhan Bank Syariah di Indonesia cukup baik. Hal itu didukung oleh bank – bank konvensional yang mulai membuka cabang baru dalam bentuk bank syariah ataupun unit usaha syariah.
Selain itu kini Bank syariah telah memiliki landasan hukum sendiri yang tertuang dalam Undang-Undang No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yang terbit tanggal 16 Juli 2008. Dengan lahirnya Undang – Undang tersebut diharapkan bank syariah tumbuh lebih cepat lagi dan dapat mendukung perekonomian nasional.
Untuk memberikan pedoman bagi stakeholders perbankan syariah dan meletakkan posisi serta cara pandang Bank Indonesia dalam mengembangkan perbankan syariah di Indonesia, selanjutnya Bank Indonesia pada tahun 2002 telah menerbitkan “Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia”.
“Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia” memuat visi, misi dan sasaran pengembangan perbankan syariah serta sekumpulan inisiatif strategis dengan prioritas yang jelas untuk menjawab tantangan utama dan mencapai sasaran dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, yaitu pencapaian pangsa pasar perbankan syariah yang signifikan melalui pendalaman peran perbankan syariah dalam aktivitas keuangan nasional, regional dan internasional, dalam kondisi mulai terbentuknya integrasi dgn sektor keuangan syariah lainnya.
Dalam jangka pendek, perbankan syariah nasional lebih diarahkan pada pelayanan pasar domestik yang potensinya masih sangat besar. Dengan kata lain, perbankan Syariah nasional harus sanggup untuk menjadi pemain domestik akan tetapi memiliki kualitas layanan dan kinerja yang bertaraf internasional.
Aset lembaga keuangan syariah di dunia diperkirakan mencapai 250 miliar dollar AS, tumbuh rata-rata lebih dari 15 persen per tahun. Di Indonesia, volume usaha perbankan syariah selama lima tahun terakhir rata-rata tumbuh 60 persen per tahun. Tahun 2005, perbankan syariah Indonesia membukukan laba Rp 238,6 miliar, meningkat 47 persen dari tahun sebelumnya. Aset perbankan syariah periode Maret 2006 baru tercatat 1,40 persen dari total aset perbankan.

16
7. DAFTAR NAMA BANK DI INDONESIA
Bank Persero (BUMN)
Bank persero adalah bank yang sebagian atau seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia.
• PT Bank Ekspor Indonesia (Persero)
• PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
• PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
• PT Bank Tabungan Negara (Persero)
• PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Bank Swasta
Bank Umum Swasta Nasional Devisa
• PT Bank Agroniaga Tbk.
• PT Bank Antardaerah (Surabaya)
• PT Bank Arta Niaga Kencana (Surabaya)
• PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
• PT Bank UOB Buana Tbk.
• PT Bank Bukopin
• PT Bank Bumi Arta
• PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk.
• PT Bank Central Asia Tbk.
• PT Bank Century Tbk.
• PT Bank CIMB Niaga Tbk.
• PT Bank Danamon Indonesia Tbk
• PT Bank Ekonomi Raharja
• PT Bank Ganesha
• PT Bank IFI
• PT Bank Internasional Indonesia Tbk
• PT Bank Kesawan Tbk
• PT Bank Maspion Indonesia (Surabaya)
• PT Bank Mayapada International Tbk
• PT Bank Mega Tbk
• PT Bank Mestika Dharma (Medan)
• PT Bank Metro Express
• PT Bank Muamalat Indonesia
• PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (Bandung)
• PT Bank OCBC NISP Tbk
• PT Bank Permata Tbk
• PT Bank Sinarmas Indonesia
• PT Bank Swadesi Tbk
• PT Bank Syariah Mandiri
• PT Bank Windu Kentjana
• PT Pan Indonesia Bank Tbk
Bank Umum Swasta Nasional Non Devisa
• PT Anglomas Internasional Bank (Surabaya)
• PT Bank Akita
• PT Bank Alfindo
• PT Bank Artos Indonesia (Bandung)
• PT Bank Bintang Manunggal
• PT Bank Bisnis Internasional (Bandung)
• PT Bank Dipo International
• PT Bank Eksekutif Internasional
• PT Bank Fama Internasional (Bandung)
• PT Bank Harda Internasional
• PT Bank Harfa
• PT Bank Harmoni International
• PT Bank Himpunan Saudara 1906 (Bandung)
• PT Bank Ina Perdana
• PT Bank Index Selindo
• PT Bank Indomonex
• PT Bank Jasa Arta
• PT Bank Jasa Jakarta
• PT Bank Kesejahteraan Ekonomi
• PT Bank Mayora
• PT Bank Mitraniaga
• PT Bank Multi Arta Sentosa
• PT Bank Persyarikatan Indonesia
• PT Bank Purba Danarta (Semarang)
• PT Bank Royal Indonesia
• PT Bank Sinar Harapan Bali (Denpasar)
• PT Bank Sri Partha (Denpasar)
• PT Bank Swaguna
• PT Bank Syariah Mega Indonesia
• PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (Bandung)
• PT Bank UIB
• PT Bank Victoria International Tbk
• PT Bank Yudha Bhakti
• PT Centratama Nasional Bank (Surabaya)
• PT Liman International Bank
• PT Prima Master Bank (Surabaya)
Bank Campuran
Bank Campuran adalah Bank Umum yang didirikan bersama oleh satu atau lebih Bank Umum yang berkedudukan di Indonesia dan didirikan oleh WNI (dan/atau badan hukum Indonesia yang dimiliki sepenuhnya oleh WNI), dengan satu atau lebih bank yang berkedudukan di luar negeri.
• PT ANZ Panin Bank
• PT Bank Commonwealth
• PT Bank BNP Paribas Indonesia
• PT Bank Capital Indonesia
• PT Bank DBS Indonesia
• PT Bank Finconesia
• PT Hana Bank
• PT Bank ICBC Indonesia
• PT Bank KEB Indonesia
• PT Bank Maybank Indocorp
• PT Bank Mizuho Indonesia
• PT Bank Multicor
• PT Bank OCBC Indonesia
• PT Bank Rabobank Internasional Indonesia
• PT Bank Resona Perdania
• PT Bank UOB Indonesia
• PT Bank Woori Indonesia
• PT Bank China Trust Indonesia
• PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia
• PT Bank UFJ Indonesia
Bank Asing
• ABN Amro Bank
• American Express Bank Ltd.
• Bank of America, N.A.
• Bank of China Limited
• Citibank N.A.
• Deutsche Bank Ag.
• JP. Morgan Chase Bank, N.A.
• Standard Chartered Bank
• The Bangkok Bank Comp. Ltd.
• The Bank of Tokyo Mitsubishi Ufj Ltd.
• The Hongkong & Shanghai B.C.
Bank Pembangunan Daerah
Bank persero adalah bank yang sebagian atau seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah Provinsi.
• BPD Jambi (Jambi)
• BPD Kalimantan Selatan (Banjarmasin)
• BPD Kalimantan Timur (Samarinda)
• BPD Sulawesi Tenggara (Kendari)
• Bank BPD DIY (Yogyakarta)
• BPD Sumatera Barat (Padang)
• PT Bank DKI (Jakarta)
• PT Bank Lampung (Bandar Lampung)
• PT Bank Kalteng (Palangka Raya)
• PT BPD Aceh (Banda Aceh)
• PT BPD Sulawesi Selatan (Makassar)
• PT BPD Jawa Barat (Bandung)
• PT BPD Kalimantan Barat (Pontianak)
• PT BPD Maluku (Ambon)
• PT BPD Bengkulu (Kota Bengkulu)
• PT BPD Jawa Tengah (Semarang)
• PT BPD Jawa Timur (Surabaya)
• PT BPD Nusa Tenggara Barat (Mataram)
• PT BPD Nusa Tenggara Timur (Kupang)
• PT BPD Sulawesi Tengah (Palu)
• PT BPD Sulawesi Utara (Manado)
• PT BPD Bali (Denpasar)
• PT BPD Papua Jayapura)
• PT BPD Riau (Pekanbaru)
• PT BPD Sumatera Selatan (Palembang)
• PT BPD Sumatera Utara (Medan)

9. NAMA – NAMA BANK YANG DI TUTUP
• Bank Harapan Sentosa (BHS)
• Bank Tamara
• Bank Umum Nasional
• Bank Umum Servitia
• Bank Indonesia Raya (Bank Bira)
• Bank Dharmala
• Bank Unibank

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: